Humaniora

Kebakaran Ancam Hutan dan Lahan di Kalbar

Kamis, 12 January 2017 08:22 WIB Penulis:

ANTARA/Jessica Helena Wuysang

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) berpotensi terjadi di Kalimantan Barat hingga sepekan ke depan. Peningkatan potensi itu terjadi seiring dengan perubahan cuaca yang ditandai menurunnya curah hujan.

“Saat ini terpantau (wilayah dengan) tingkat kemudahan terbakar berada di utara Sambas dan sebagian pantai barat Ketapang,” kata Kepala Stasiun Klimatologi Mempawah, Wandayantolis, kemarin.

Berdasarkan analisis iklim, ujarnya, penurunan curah hujan terjadi di pesisir barat hingga pantai utara Kalimantan Barat. Kondisi itu diikuti berkurangnya kelembap-an udara dan meningkatnya intensitas cahaya matahari. Akibatnya, suhu udara harian meningkat 1 hingga 1,5 derajat celsius. “Suhu tinggi dan kelembapan rendah memudahkan penjalaran api,” jelasnya.

Ia menyebutkan penurunan curah hujan diperkirakan berlangsung hingga pertengahan bulan ini. Intensitasnya berkisar 21-100 milimeter atau berka-tegori rendah hingga menengah. Perubahan cuaca itu juga bisa memicu gangguan kesehatan, seperti iritasi pada kulit.

Sementara itu, Provinsi Riau menargetkan pada tahun ini bebas dari karhutla serta bencana asap. Oleh karena itu, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen Lodewyk Pusung meminta seluruh pihak yang terlibat dalam penanggulangan karhutla lebih solid.

“Pada 2017 ini haram bagi Riau bila ada asap. Kita harus yakin dan kompak untuk itu. Kita harus solid bekerja menanggulanginya,” ujarnya, kemarin.

Ia berharap kerja sama tim yang terdiri atas Gubernur Riau, Kapolda, Danrem, Danlanud, dan instansi terkait ditingkatkan. Bila tahun ini Riau mampu mencegah bencana kabut asap akibat karhutla, itu mengulang keberhasilan di 2016.

“Kita berusaha jangan ada kebakaran. Ini perintah Presiden. Kalau gagal, ada konsekuensinya. Sebelum saya dicopot (karena gagal mencegah kebakaran), saya copot dulu Danrem. Nah Danrem juga bakal copot dulu Dandimnya. Tapi itu jangan sampai terjadi,” ujarnya.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mengatakan pihaknya segera menggelar rapat koordinasi guna membahas potensi karhutla. (AR/RK/H-2)

Komentar