Humaniora

Menristek dan Dikti Tidak Sepakat STIP Setop Rekrutmen

Kamis, 12 January 2017 07:20 WIB Penulis:

MI/Immanuel Antonius

AKSI kekerasan kembali terjadi di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP). Kali ini seorang siswa STIP bernama Amiruloh Adityas Putra, tewas akibat dipukuli secara keroyokan oleh seniornya.

Menanggapi tuntutan agar pemerintah menghentikan sementara sekolah tersebut dalam penerimaan siswa baru, ditolak oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek dan Dikti) M Nasir. Menurut Nasir, kalau akibat insiden ini, STIP harus setop menerima angkatan baru hal itu tidak tepat. Alasannya, inti masalah ada di budaya hubungan senior dan junior yang terjadi di STIP.

"Kalau saya tidak (sepakat) disetop, proses senioritas ini yang harus dievaluasi. Semua peran senior ini harus diambil alih penuh oleh dosen," kata Nasir dalam Metro Pagi Prime Time, Kamis (12/1).

Nasir berpendapat, ruang yang diberikan kepada senior dalam pembentukan karakter siswa ini yang jadi masalah. Semestinya, pihak sekolah yang wajib ambil bagian dalam segala urusan pembentukan karakter siswa. "Dosen hadir penuh, pembinaan semua harus dari dosen. Ini harus dipangkas dulu," tambah Nasir.

Monitoring atau pengawasan pihak sekolah terhadap segala aktifitas yang ada, kata dia, juga mesti diperbaiki. Selain itu, cara pandang pihak STIP dalam memahami pembinaan disiplin juga mesti ditata ulang.
"Maka para pengelolanya harus di recharge," ucapnya.(OL-4)

Komentar