Internasional

Sandera AS dan Australia di Afghanistan Minta Trump Bebaskan Mereka

Kamis, 12 January 2017 07:06 WIB Penulis: Antara

Dua sandera Taliban Afghanistan Timothy Weekes dari Australia (kiri) dan Keving King dari Amerika Serikat (kanan). -- AP Photo/HO

KELOMPOK gerilyawan Taliban Afghanistan, menampilkan video yang mempublikasi dan perlihatkan satu warga Australia dan warga Amerika Serikat sedang menyampaikan permohonan agar pemerintahan presiden terpilih Donald Trump berunding dengan penyandera mereka.

Kedua sandera, Timothy Weeks dari Australia dan Kevin King dari AS, pada Rabu (12/1) mengatakan dalam video itu bahwa mereka akan dibunuh jika kesepakatan pertukaran tahanan tidak tercapai. Weeks dan King adalah pengajar pada American University di Kabul dan mereka diculik dari daerah dekat kampus pada Agustus tahun lalu.

Video, yang dikatakan Weeks direkam pada 1 Januari, memperlihatkan kedua pria yang dalam keadaan berjanggut itu meminta keluarga mereka untuk mendesak pemerintah AS membantu pembebasan mereka. Dalam video, Weeks menyampaikan pernyataan kepada Donald Trump, yang akan resmi menjabat sebagai presiden pada 20 Januari bahwa Taliban telah meminta agar para tahanan di pangkalan udara Bagram serta penjara Pul-e-Charkhi di daerah pinggiran Kabul ditukar dengan dirinya dan King.

"Mereka ditahan secara ilegal dan Taliban telah meminta agar mereka dibebaskan untuk ditukar dengan kami. Jika mereka tidak ditukar dengan kami, maka kami akan dibunuh," tutur Weeks.

"Bapak Donald Trump, saya minta tolong, (nasib kami, red) ada di tangan Anda. Saya memohon Anda untuk berunding dengan Taliban. Kalau Anda tidak berunding dengan mereka, kami akan dibunuh."

Pada September 2016, Pentagon mengatakan pasukan AS meningkatkan penyerbuan dalam upaya menyelamatkan dua warga sipil yang disandera namun para sandera itu tidak berada di lokasi yang dijadikan target penggerebekan.(OL-4)

Komentar