Internasional

Ahli Waris Samsung Tersangka

Kamis, 12 January 2017 05:45 WIB Penulis: Indah Hoesin

AP/AHN YOUNG-JOON

JAKSA Korea Selatan (Korsel) menetapkan ahli waris perusahaan raksasa Samsung, Lee Jae-yong, sebagai tersangka dalam kasus korupsi yang melibatkan Presiden nonaktif Park Geun-hye, Rabu (11/1).

"Kami telah memutuskan untuk memeriksa Lee sebagai tersangka, besok pagi (12/1)," ujar juru bicara tim jaksa khusus, Lee Kyu-chul.

Dia pun mengatakan terbuka kemungkinan untuk secara formal menahan Wakil Presiden Samsung Electronic tersebut.

Pemeriksaan anak Presiden Grup Samsung Lee Kun-hee itu terkait dengan koneksinya dalam kasus suap yang juga melibatkan teman dekat Park, Choi Soon-sil.

Samsung menjadi penyumbang terbesar ke yayasan nonprofit milik Choi, yang dituduh memanfaatkan hubungannya dengan Park untuk memaksa sejumlah perusahaan papan atas Korsel untuk memberikan puluhan juta dolar.

Samsung juga dituduh memberikan jutaan euro secara terpisah kepada Choi untuk membiayai pelatihan berkuda putri Choi di Jerman.

Sebelumnya jaksa telah melakukan penyelidikan terhadap Lee dan pejabat senior Samsung lainnya selama berbulan-bulan.

Mereka membantah telah menerima 'balasan' atas uang yang telah mereka berikan ke Choi, dan menolak tuduhan telah menyuap.

Jaksa juga telah menggeledah beberapa kantor Samsung serta National Pension Service (NPS), badan pengatur dana pensiun terbesar ketiga di dunia yang merupakan pemegang saham utama Samsung.

Penggeledahan itu diawasi Kementerian Kesejahteraan Korsel yang dinilai terlibat pula dalam skandal tersebut.

Mantan menteri kesejahteraan Korsel telah ditahan bulan lalu karena diduga menekan para pejabat NPS untuk mendukung kesepakatan Samsung.

Saat ini jaksa tengah menyelidiki apakah Samsung telah menyuap Choi untuk mendapatkan persetujuan negara atas merger dua grup Samsung yang kontroversial pada 2015.

Merger tersebut dinilai sebagai langkah penting untuk memastikan transfer kekuasaan kepada Lee Jae-yong sebagai generasi ketiga setelah ayahnya, Lee Kun-hee, menderita serangan jantung pada 2014 yang membuatnya harus terbaring di tempat tidur.

Penggabungan kontroversial itu juga dikritik banyak pihak karena dianggap sengaja dilakukan untuk melemahkan harga saham Samsung C&T.

Namun, merger tersebut tetap terwujud karena NPS menyetujuinya.

Samsung Group merupakan kerajaan bisnis terbesar di Korsel yang memiliki sejumlah bisnis termasuk Samsung Electronic yang menjadi produsen smartphone terbesar di dunia.

Skandal Park

Mahkamah Konstitusi saat ini tengah mengkaji keabsahan pemakzulan Park, sebuah proses yang bisa memakan waktu hingga enam bulan.

Jika pemakzulan itu mereka setujui, pemilihan presiden pengganti Park akan diselenggarakan dalam 60 hari.

Park yang dituduh berkolusi dengan Choi untuk mengambil dana dari sejumlah perusahaan Korsel telah dinonaktifkan pada bulan lalu.

Meski demikian, dirinya membantah telah melakukan perbuatan kriminal.

Skandal itu menggambarkan hubungan tidak sehat antara pemerintah Korsel dan konglomerat--dalam bahasa Korea disebut chaebol--yang dikendalikan keluarga kuat yang telah mendukung perekonomian negara selama beberapa dekade.

Korsel kerap diterpa skandal suap yang melibatkan para chaebol.

Para pejabat dinilai kerap memuluskan kepentingan mereka.

Saat ini publik mulai tidak percaya terhadap para chaebol.

Mereka dituduh menjalankan bisnis global dengan pengawasan minimum oleh investor dan regulator. (AFP/I-4)

Komentar