Nusantara

Permukiman Warga Terkepung Banjir dan Longsor

Kamis, 12 January 2017 04:25 WIB Penulis: (AB/WJ/AD/YK/BB/LD/PO/AU/N-2)

ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

SEJUMLAH sungai meluap dan menyebabkan permukiman warga di Kota Pasuruan, Jawa Timur, direndam banjir sejak Selasa (10/1) malam. Ketinggian air mencapai 80 cm hingga 2 meter. "Sekitar 1.600 rumah di dua dusun terendam banjir akibat luapan Sungai Welang. Ribuan rumah lain di dua kelurahan terdampak luapan Sungai Tengah," kata Sekretaris BPBD Kota Pasuruan, Gangsar Sulistiawan. Selain di Kota Pasuruan, banjir menyergap warga di Kabupaten Pasuruan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Hujan deras di Pasuruan juga menyebabkan tanah longsor di wilayah Kabupaten Pasuruan. Sejumlah titik longsor berada di jalur Tosari-Wonokitri dan Tosari-Ngadiwono. "Pembersihan tanah yang longsor kami lakukan bersama seluruh warga dengan dibantu alat berat, terutama untuk lokasi longsoran yang parah," kata Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana. Di jalur Tosari-Wonokitri, timbunan longsor menutup ruas jalan sepanjang 15 meter.

Untuk ruas jalan Tosari-Ngadiwono, longsoran mencapai 20 meter. Musim hujan pada 2017 di wilayah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, dikhawatirkan juga akan disertai angin kencang sehingga akan merobohkan pohon-pohon besar. "Selain banjir, warga juga harus waspada angin kencang dan pohon tumbang. Kami tidak ingin ada jatuh korban," papar Kepala BPBD Sukoharjo, Suprapto. Di Ciamis, Jawa Barat, Bupati Iing Syam Arifien meminta warganya menggiatkan ronda malam guna mengantisipasi kejadian bencana akibat musim hujan. "Antisipasi tidak hanya dilakukan petugas, tapi juga butuh partisipasi warga."

Komentar