Nusantara

Pemkab dan PT Antang Kembangkan Ekowisata Bekantan

Kamis, 12 January 2017 04:20 WIB Penulis: (DY/AU/N-2)

MI/DENNY SUSANTO

PEMKAB Tapin, Kalimantan Selatan, bekerja sama dengan PT Antang Gunung Meratus (AGM) telah menanam 8.000 pohon selama 2016. Program itu bertujuan membangun ekowisata bekantan di kawasan hutan konservasi Rawa Gelam, di Desa Lawahan. Dengan upaya itu, populasi kera hidung panjang itu terus bertambah. "Kawasan ekowisata ini sudah kami bangun bersama Pemkab Tapin sejak 2014. Saat ini, keanekaragaman hayati di kawasan ini tumbuh dengan baik sehingga populasi bekantan juga bertambah," papar Deputy of External Affairs of PT Antang Gunung Meratus, Budi Karya, saat menanam pohon di kawasan itu bersama Pemkab Tapin dan Komunitas Jurnalis Pena Hijau Indonesia, Rabu 911/1).

Selain pohon penghijauan, bibit yang ditanam di lokasi itu juga pohon sumber makanan bekantan, seperti pulantan dan rambai. Jenis lainnya berupa pohon seperti dadap merah, tebubuya, dan bintaro. Tim peneliti IPB mencatat sekitar 350 bekantan hidup di Rawa Gelam. Jumlah itu masih akan bertambah karena banyak ditemukan bayi bekantan dan munculnya kelompok baru bekantan. Bupati Tapin Arifin Arfan mengaku terus berupaya membangun kawasan ekowisata bekantan yang diharapkan mampu menjadi objek wisata andalan.

"Ekowisata ini dibangun tidak hanya untuk melindungi populasi bekantan tetapi juga upaya menyelamatkan ekosistem Rawa Gelam," jelas Arifin. Di Yogyakarta, Kebun Binatang Gembira Loka juga berhasil mengembangbiakkan burung yang berstatus dilindungi, seperti pecuk hitam, nuri bayan, syn conure, dan merak. "Seperti burung pecuk yang dulu hanya 11 ekor sekarang telah menjadi 26 ekor," kata Saryana, staf Gembira Loka.

Komentar