Polkam dan HAM

Polri Terus Pantau Aktivitas JAD di Indonesia

Rabu, 11 January 2017 22:20 WIB Penulis: Golda Eksa

MI/Rommy Pujianto

KEPOLISIAN Negara Republik Indonesia melalui fungsi intelijen terus memonitor aktivitas kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD), jaringan radikal yang sebelumnya ditambahkan oleh Pemerintah AS sebagai organisasi pro-Islamic State (IS).

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar ketika dihubungi Media Indonesia, Rabu (11/1) malam, menjelaskan, pihaknya sudah mengetahui jika JAD terafiliasi dengan IS. Indikasi itu terbukti dari hasil pengungkapan dan penangkapan sejumlah pelaku teror di Indonesia.

Bahkan, lanjut dia, kehadiran kelompok tersebut semakin jelas terlihat pascabom Thamrin pada Januari 2016.

"Seperti tahun lalu, pengungkapan kasus bom di Bekasi dan gereja di Kalimantan Timur," ujarnya.

Menurutnya, JAD pernah mendeklarasikan kelompoknya di Malang, Jawa Timur, pada 2014 silam. Namun, Polri belum memiliki data akurat mengenai jumlah riil pengikut JAD. Jumlah pengikut kelompok radikal itu diperkirakan mencapai seratusan orang dan mayoritas tersebar di Pulau Jawa.

Mengenai siapa pemimpin utama JAD yang mengatur serangan teror di Tanah Air, lanjut Boy, hal itu belum bisa disampaikan ke publik. Polri sedang melakukan penyelidikan intensif guna mengurai peta jaringan tersebut.

Ia menjelaskan salah satu pimpinan JAD ialah Maman Abdurrahman, yang sudah ditangkap dan kemudian dijebloskan di LP Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Mantan Kapolda Banten itu menambahkan, jaringan JAD yang melancarkan aksi di Tanah Air kerap berkomunikasi dengan Bahrun Naim, pemimpin kegiatan terorisme bersama IS di Suriah.

"Jadi, berdasarkan catatan terakahir di 2016 mereka itu jika tidak bisa berjuang di Suriah, ada instruksi dari Bahrun Naim untuk lakukan aksi teror di Indonesia," katanya.

Pola perekrutan jaringan tersebut cenderung memanfaatkan sarana jejaring sosial dan umumnya yang disasar ialah anak muda. Guna menutupi jejaknya, kelompok JAD juga lebih memilih berbaur dengan masyarakat, seperti menyewa rumah kontrakan atau indekos. (OL-3)

Komentar