Internasional

Bentrok kian Sengit di Perbatasan

Kamis, 12 January 2017 00:35 WIB Penulis: (AFP/*/I-4)

AFP/JOINT STRATEGY TEAM/HANDOUT

RIBUAN orang melarikan diri dari kawasan bentrokan di Myanmar, dekat perbatasan dengan Tiongkok pada Selasa (10/1) malam. Tingginya suhu pertempuran di area perbatasan menyebabkan pemerintah mencegah utusan PBB mengunjungi wilayah itu. "Militer Myanmar menggunakan pesawat untuk menyerang wilayah dekat Laiza," ujar Sekretaris Yayasan Pengembangan Jaringan Kachin, Dashi New Lawn, Rabu (11/1).

Bentrokan antara tentara pemerintah dan milisi dari etnik minoritas di kawasan perbatasan Myanmar semakin sengit dalam beberapa hari terakhir. Utusan khusus HAM PBB Yanghee Lee yang direncanakan berkunjung akhir pekan ini pun tidak mendapatkan izin masuk. Kunjungan dua hari untuk menyelidiki konflik yang meningkat di Myanmar itu pun terancam batal.

"Ia tidak diizinkan untuk bepergian ke Hpakant dan Laiza," papar juru bicara Aye Win. Sejak bentrokan pecah antara militer dan Tentara Kemerdekaan Kachin (KIA) pada November lalu, puluhan orang tewas dan ribuan lainnya mengungsi. Konflik yang berlangsung di Negara Bagian Shan dan Kachin itu pun mengancam pembicaraan damai antara pemerintah, militer, dan kelompok etnik yang dijadwalkan pada Februari tahun ini.

Komentar