Internasional

Tujuh WNI Bebas dari Aleppo

Kamis, 12 January 2017 04:00 WIB Penulis: (I-1)

Ist

KBRI Damaskus menerima kedatangan tujuh orang tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Aleppo pada Selasa (10/1). Mereka tiba di Damaskus setelah selesai diperjuangkan hak-hak mereka oleh pengacara Muhamad Akra dan petugas konsuler KBRI Damaskus cabang Aleppo. Dalam keterangan tertulisnya, Rabu (11/1), KBRI Damaskus menyebutkan tiga dari tujuh TKI itu berasal dari Serang, Banten. Lainnya berasal dari Tangerang, Indramayu, Karawang, Sulawesi Selatan dan Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Itik Rasja, TKI asal Indramayu yang telah bekerja selama 9 tahun di Kota Aleppo ini menceritakan bahwa ia dulu dijanjikan bekerja di Qatar, namun ia dikirim ke Suriah. Ia juga menuturkan Aleppo sangat sulit air dan listrik. "Sudah 6 bulan ini listrik mati, sehingga kami memakai generator untuk menghasilkan listrik. Kami juga sering menggunakan aki mobil sebagai pengganti penghasil listrik," ujar Itik. "Begitu juga dengan air, seringkali kami kehabisan air yang disuplai pemerintah Suriah, sehingga majikan saya harus membelinya dari luar Aleppo," sambung Itik.

Sejak 2012, KBRI Damaskus telah merepatriasi sebanyak 12.576 WNI dari Suriah yang sebagian besar TKI dalam 282 gelombang. Duta Besar RI untuk Suriah, Djoko Harjanto, menegaskan, pengiriman TKI ke Suriah sudah disetop sejak 2011 dan ke seluruh Timur Tengah sejak 2015. "Namun ironisnya, di tengah gelombang pengungsi rakyat Suriah ke luar negeri, ternyata masih marak praktik perdagangan manusia ke Suriah berkedok pengiriman TKI," ujarnya.

Komentar