Polkam dan HAM

Anas Ungkap Hal Penting Terkait Korupsi KTP-E

Rabu, 11 January 2017 21:00 WIB Penulis: Intan Fauzi

MI/ROMMY PUJIANTO

MANTAN Ketua Fraksi Partai Demokrat, Anas Urbaningrum diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi kasus proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-E) tahun 2011-2012. Anas diperiksa selama dua hari berturut-turut.

Rabu (11/1) Anas diperiksa selama sekitar empat jam. Ia keluar dari gedung KPK mengenakan masker di mulutnya.

Pemeriksaan hari kedua ini, kata Anas, untuk melanjutkan pemeriksaan kemarin yang belum rampung. Anas diperiksa dengan kapasitasnya sebagai mantan Ketua Fraksi Demokrat DPR RI.

"Kemarin masih sedikit toh jadi hari ini melanjutkan dan melengkapi," ujar Anas di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Anas mengaku bersyukur memberikan keterangan lanjutan pada KPK terkait kasus korupsi yang merugikan negara hingga Rp2 triliun lebih itu. Sebab, ia bisa mengklarifikasi beberapa hal yang ia rasa penting untuk diluruskan.

Anas tidak menjelaskan dengan rinci hal penting apa yang ia maksud. Yang pasti, lanjutnya, ada keterangan dari beberapa pihak yang menurut dia tidak pada tempatnya.

"Ada beberapa hal yang sumbernya dari seseorang yang tidak pas," ungkap Anas.

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan dua orang tersangka pada kasus dugaan korupsi proyek KTP-e tahun 2011-2012 di Kemendagri. Keduanya, yakni bekas Dirjen Dukcapil Kemendagri, Irman dan mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri, Sugiharto.

Irman dan Sugiharto dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP. MTVN/OL-2

Komentar