Olahraga

Inasgoc Harap-Harap Cemas

Kamis, 12 January 2017 00:45 WIB Penulis: Nurul Fadillah

AFP PHOTO / ADEK BERRY

WAKTU pelaksanaan Asian Games 2018 tersisa kurang dari dua tahun lagi. Karena itu, Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (Inasgoc) mengebut segala persiapan, baik itu sosialisasi maupun test event yang akan diselenggarakan pada November 2017 mendatang. Masalahnya, untuk melakukan semua persiapan itu mereka membutuhkan dana. Padahal dana tersebut sampai kini belum juga cair. Keluhan tersebut disampaikan Ketua Inasgoc Erick Thohir.

Menurut Erick, untuk menyelenggarakan test event, pemerintah harus menyediakan anggaran sebesar Rp500 miliar dari total anggaran Asian Games 2018 yang mencapai Rp2,3 triliun pada 2017. "Yang Rp500 miliar harus segera keluar agar persiapan penyelenggaran test event bisa segera dilakukan," ujar Erick yang ditemui seusai acara pelantikan pengurus Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) periode 2016-2020 di Hotel Westin, Jakarta Selatan, Rabu (11/1).

Sebelum penyelenggaran Asian Games, Inasgoc berencana menggelar dua jenis test event. Pertama, test event besar yang mempertan-dingkan 10 cabang olahraga, seperti atletik, panahan, basket, bulu tangkis, tinju, sepak bola, pencak silat, taekwondo, bola voli, dan angkat besi. Kedua, test event kecil yang hanya mempertandingkan satu cabang olahraga alias single event. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) itu pun memastikan sosialisasi sejauh ini sudah dilakukan kepada cabang-cabang olahraga terkait.

"Tentu test event lain yang merupakan single event seperti cabang renang dan balap sepeda harus bisa dilakukan. Kita akan bantu dana, baik yang sifatnya tes untuk multiajang maupun yang satu ajang saja," tegas Erick. "Selain itu, karena dananya bersifat multiyears, untuk test event yang bersifat single pun bisa terselenggara tahun depan, maksimal di awal tahun," tambahnya. Di sisi lain, Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) masih belum menentukan penyelenggaraan test event. Pasalnya, hingga kini belum ada trek sepeda yang memenuhi syarat terselenggaranya test event tingkat internasional.

Ketua Umum PB ISSI Raja Sapta Oktohari mengungkapkan, dari Uni Sepeda Internasional (UCI) memang tidak menjadwalkan adanya test event pra-Asian Games dalam agenda resmi mereka. "Tapi kalau velodrom sudah jadi pada awal 2018, kami dari PB ISSI yang akan mengajukan test event. Pokoknya yang penting sarana dan prasarana sudah tersedia terlebih dahulu. Kalau yang sekarang velodrom di Cimahi dan Solo enggak maksimal. Paling mungkin velodrom di Kalimantan Timur, tetapi itu sudah dalam kondisi hancur," ujar Okto.

Peran cabang olahraga
Untuk menghasilkan Asian Games yang sukses prestasi, penyelenggaraan, dan ekonomi dibutuhkan peran serta dari cabang olahraga yang akan berpartisipasi dalam multiajang terbesar se-Asia tersebut. Menurut Ketua Inasgoc Erick Thohir, ke depannya setiap cabang harus menunjukkan partisipasi mereka dalam persiapan penyelenggaraan Asian Games, khususnya dalam hal sosialisasi. Erick pun berpesan, jika bisa, ke depannya cabang olahraga dapat mempromosikan atlet mereka yang menjadi juara demi menarik perhatian negara lain. (R-3)

Komentar