Megapolitan

Taruna STIP Amirulloh Diduga Kerap Disiksa

Rabu, 11 January 2017 19:32 WIB Penulis: Al Abrar

Dok. MI

SISWA taruna Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Amirulloh Aditya Putra atau Amir, tewas. Diduga Amir meregang nyawa usai dianiaya oleh keempat seniornya di mMess STIP, Selasa (10/1) malam kemarin.

Kekasih Amir, Amira, mengatakan, kekerasan terhadap korban diduga tidak baru kali ini terjadi. Sebelumnya, Amira pernah memergoki Amir mendapatkan luka lebam di tangan dan dada.

"Saya ketemu dia kadang ada bekas luka di tangan kan kelihatan agak memar gitu, tapi dia selalu bilang nggak apa-apa lah," kata Amira sembari terisak, di rumah duka, Jalan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (11/1).

Amira mengaku, sering kali berjumpa dengan Amir dengan keadaan lemas. Dia pun sering melihat beberapa luka lebam di tangan, dada, dan perut korban. Namun, Amir selalu menutupi dan tidak pernah mengakui soal bekas luka-luka di tubuhnya.

"Enggak mau cerita. Katanya biasa aja, enggak pernah gimana-gimana, tapi ya curiga kan ada bekas luka-luka gitu," tambah dia.

Senada dengan Amira, kembaran Amir, Amarullah Adityas Putra, mengaku pernah mendengar cerita dari Amir bahwa korban pernah bercerita soal perundungan dan penganiayaan yang dialami dari seniornya.

"Amir pernah cerita tentang luka lebamnya yang katanya dipukul seniornya," ujar Amar.

Hasil pemeriksaan tim dokter Rumah Sakit Polri Kramatjati, Amir diketahui mengalami luka lecet di bibir bawah bagian dalam. Pada organ dalam tubuh ditemukan tanda mati lemas. Juga bintik pendarahan dan resapan darah pada paru-paru jantung dan kelenjar liur perut.

"Lambung berisi cairan kehitaman, mungkin ada serapan minum sebelumnya," kata Kapolres Jakarta Utara Kombes M Awal Chairuddin saat konferensi pers di Mapolres Jakarta Utara, Koja, Jakarta Utara, Rabu (11/1).

Awal mengatakan, hasil pemeriksaan tetap penting bagi penyidik. Pihaknya akan menjadikan hasil tersebut sebagai bukti penganiayaan yang dilakukan oleh para pelaku.

"Ini hasil sementara pemeriksaan dokter akan kita gunakan untuk proses penegakan hukum kepada pelaku," ucapnya.

Sejauh ini, polisi telah menetapkan lima tersangka dalam kasus penganiayaan ini. Empat tersangka diduga berkaitan dengan tewasnya Amirulloh, yakni Sisko Mataheru, Iswanto, Akbar Ramadhan, dan Willy Hasiholan. Sedangkan, satu tersangka lainnya, Jariko Bin Safi, diduga hanya menganiaya empat junior lainnya. (MTVN/OL-3)

Komentar