Nusantara

Desa di Purwakarta Bisa Investasi Saham dan Obligasi

Rabu, 11 January 2017 12:08 WIB Penulis: Reza Sunarya

MI/Sumaryanto

PEMERINTAH Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat tengah menyusun peraturan daerah tentang penanaman modal desa. Perda tersebut memungkinkan desa menyimpan dananya dalam bentuk saham dan obligasi untuk kemandirian desa.
Perda yang sedang disiapkan Pemkab Purwakarta, diperuntukan menyalurkan dana sebesar Rp 5 miliar tiap desa. Dana tersebut dikucurkan bertahap selama lima tahun masing-masing Rp 1 miliar per tahun periode pemerintahan 2018-2023.

“Bulan Februari draf masuk ke dewan Ini akan menjadi perda pertama di Indonesia yang mengatur mengenai pemberian, pengelolaan, dan penggunaan dana investasi agar desa hidup mandiri,” kata Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Rabu (11/1)

Menurut Dedi dana tersebut nantinya bisa diinvestasikan oleh desa di perusahaan-perusahaan besar di Purwakarta dalam bentuk saham atau pembelian obligasi, misalnya, desa-desa di Kecamatan Jatiluhur menginvestasikan dananya di PT Indorama sebesar Rp 1 miliar untuk tahun pertama. Maka desa tersebut akan mendapat deviden 20 persen atau keuntungan Rp 200 juta.

“Nah kalau di tahun ke lima investasinya mencapai Rp 5 miliar dan devidennya Rp 1 miliar, desa sudah mandiri. Kedepannya gaji RT dan RW bisa dibayarkan desa, tidak perlu dari Pemkab," ujarnya.

Dedi menambahkan pihaknya baru meluncurkan pembuatan perda ini karena infrastruktur publik dan pelayanan dasar masyarakat sudah hampir rampung. Mulai dari akses jalan, kesehatan, pendidikan, hingga listrik tahun ini selesai.

Ditegaskan Dedi memasuki akhir masa jabatannya dan meluncurkan perda tersebut agar ke depan desa bisa membiayai dirinya sendiri tidak tergantung pada pemerintah yang ada di atasnya.(OL-4)

Komentar