Megapolitan

Pemkot Bekasi Pangkas 79% Dana Pendidikan

Rabu, 11 January 2017 08:20 WIB Penulis:

Ilustrasi---MI

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bekasi memangkas anggaran pendidikan secara besar-besaran di APBD 2017. Alokasi dana ke sektor tersebut dipotong hingga Rp1,1 triliun.

Sekretaris Pendidikan Kota Bekasi Dedet Kusmayadi mengatakan tahun ini sektor pendidikan mendapat alokasi anggaran hanya Rp300 miliar. Jumlah tersebut turun drastis dari pagu anggaran pendidikan di APBD 2016 sebesar Rp1,4 triliun.

Pemangkasan anggaran secara besar-besaran itu, kata Dedet, disebabkan wewenang pengelolaan sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat kini telah beralih ke tangan Dinas Pendidikan Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar).

“Hal itu berpengaruh pada besaran anggaran. Semisal, untuk pengadaan dan renovasi fisik gedung kini menjadi wewenang provinsi,” terang Dedet, Selasa (10/1).

Pascapengambilalihan wewenang pengelolaan SMA oleh Pemprov Jabar, terhitung sejak Januari 2017 dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk para siswa dan tunjangan bagi tenaga-tenaga pendidik ikut otomatis beralih ke dinas pendidikan Pemprov Jabar.

Karena itu, pada tahun ini Pemkot Bekasi hanya menganggarkan tunjangan kepada tenaga pendidik SD dan SMP. Pemkot memberikan dana sebesar Rp3 juta per bulan kepada setip tenaga pendidik.

Tenaga pendidik SMA dan SMK yang berjumlah sekitar 150 orang, terangnya, kini sudah beralih status menjadi pegawai provinsi dan menjadi tanggungan Pemprov Jabar. Tidak hanya itu, dana BOS kepada sekitar 36 ribu siswa SMA dan SMK dengan nilai Rp170 ribu per bulan untuk tiap siswa juga telah dihapus dari pos anggaran Pemkot Bekasi.

“Kualitas pendidikannya masih sama, tetapi kita berharap pemprov bisa memikirkan kesejahteraan te­naga pendidik SMK dan SMA di Kota Bekasi. Jangan sampai pelimpahan wewenang ini memengaruhi kualitas para tenaga pendidik karena akan berimbas pada mutu pendidikan dan kegiatan belajar mengajar,” jelasnya.

Di kesempatan sama, Kepala Bidang Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan Kota Bekasi Agus Enap menambahkan tahun ini pihaknya akan tetap fokus untuk pengadaan mebel di sejumlah sekolah.

“Kebutuhan terhadap pengadaan mebel untuk sejumlah sekolah cukup tinggi. Ini yang menjadi prioritas kami,” kata dia.

Secara terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bekasi Jumhana Lutfi mengungkapkan di tahun-tahun sebelumnya dinas pendidikan pemkot merupakan pihak yang mendapatkan alokasi anggaran terbesar.

Namun, pada 2017, alokasi anggaran terbesar beralih ke dinas-dinas lain. Dana APBD terbesar kini ditujukan ke dinas pekerjaan umum dan penataan ruang untuk pembiayaan infrastuktur sebesar Rp800 miliar.

Itu disusul kemudian ke dinas perumahan, penataan kawasan permukiman, dan pertanahan. Masing-masing dinas tersebut mendapatkan alokasi dana sebesar Rp600 miliar. (Gan/J-4)

Komentar