Kesehatan

Jangan Remehkan Kolesterol

Rabu, 11 January 2017 04:45 WIB Penulis: Iqbal Musyaffa

DOK:THINKSTOCKPHOTOS

POLA hidup masyarakat perkotaan yang tidak sehat berisiko terkena stroke dan serangan jantung. Pola hidup tidak sehat itu seperti mengonsumsi makanan siap saji dan mengandung lemak jenuh, minum beralkohol, kebiasan merokok, stres, dan kurang berolahraga.

Saat ini serangan jantung dan stroke menduduki dua peringkat teratas penyebab kematian di dunia.

Di Indonesia, berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar Indonesia 2013, stroke dan penyakit jantung juga menduduki peringkat teratas penyebab kematian. Uniknya, stroke dan penyakit jantung memiliki faktor risiko yang sama. Mereka yang terkena stroke berisiko tinggi terkena serangan jantung, demikian pula sebaliknya.

Berdasarkan hasil riset dari Center for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika, orang dengan kadar kolesterol tinggi berisiko hingga dua kali lipat menderita penyakit jantung bila dibandingkan dengan kadar kolesterol normal.

Dikutip dari laman Klikdokter.com, kolesterol dalam tubuh diibaratkan bagai air dan minyak. Kolesterol dalam darah tidak bisa bercampur sehingga untuk proses pengangkutan di dalam tubuh kolesterol memerlukan ‘angkutan’, yakni low density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat dan high density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik.

Jumlah kolesterol jahat yang terlalu banyak dalam tubuh dapat menyebabkan komplikasi berupa plak pada jantung atau organ lain. Kapan kolesterol dikatakan tinggi? Level kolesterol yang direkomendasikan dalam kategori sehat yakni kolesterol total di bawah 200 mg/dl, kolesterol jahat atau LDL di bawah 100 mg/dl, dan kolesterol baik atau HDL di atas 60 mg/dl.

Bila Anda memiliki faktor risiko lainnya seperti merokok, tekanan darah tinggi, diabetes, dan atau penyakit jantung, target level untuk kolesterol total dan LDL harus lebih rendah lagi angkanya.

Yang perlu diwaspadai, kolesterol tinggi tidak memiliki gejala. Satusatunya cara untuk mengetahui Anda dalam bahaya kolesterol tinggi ialah melakukan pemeriksaan kolesterol satu bulan sekali.

Kandungan PSE

Dampak dari kolesterol tinggi, selain berisiko terkena serangan jantung dan stroke, dapat menurunkan produktivitas sumber daya manusia. Hal itu dapat menurunkan proporsi populasi warga negara Indonesia yang produktif.

Sebenarnya kerugian dan dampak buruk akibat penyakit tersebut dapat dicegah. Salah satunya mengonsumsi makanan sehat.

Nutrive Benecol dapat menjadi salah satu alternatif untuk menurunkan kadar kolesterol pada tubuh. Kandungan plant stanol ester (PSE) telah teruji secara klinis efektif menurunkan kadar kolesterol sebesar 7%-10% jika dikonsumsi 2 sampai 3 kali dalam seminggu secara teratur.

Berdasarkan European Journal of Clinical Nutrition, Januari 2009, plant stanol ester merupakan 1 dari 10 penemuan terbaik di bidang nutrisi dalam 30 tahun terakhir dan telah dikonsumsi lebih dari 30 negara.

PSE ialah golongan tumbuhan yang terdapat di sejumlah tanaman yakni kedelai, sayuran, jagung, dan gandum.

Hasil penelitian menunjukkan PSE terbukti dapat secara efektif menurunkan kadar kolesterol yang terdapat dalam tubuh seseorang. Struktur PSE yang menyerupai kolesterol akan membantu mengikat garam empedu pada saluran pencernaan sehingga menghambat penyerapan kolesterol dari makanan.

Kandungan yang terdapat pada PSE dapat mengaktifkan transporter pada dinding usus hingga kolesterol yang terserap bisa dikeluarkan melalui feses.

Mekanisme PSE dalam tubuh yakni pada tahapan awal PSE akan menggantikan kolesterol di dalam micell hingga yang tersisa akan terbuang selanjutnya kolesterol dan PSE yang ada di micell akan diserap tubuh. Lalu PSE akan mengaktifkan protein khusus untuk membuang sebagian kolesterol yang terserap hingga kolesterol yang terserap oleh tubuh semakin sedikit.

Tak hanya mempermudah dalam menurunkan kolesterol yang ada di dalam tubuh, Nutrive Benecol telah terbukti efektif menurunkan kadar kolesterol jika dikonsumsi sesuai dengan anjuran. Nutrive Benecol dengan kandungan bahan alaminya juga aman dikonsumsi orang dengan kolesterol normal, orang yang ingin melakukan diet, bahkan penderita diabetes. (*/S-25)

Komentar