Kesehatan

H-Cube, Fasilitasi Startup Bidang Kesehatan

Rabu, 11 January 2017 08:10 WIB Penulis: (Ind/J-2)

thinkstock

MENJAMURNYA gadget, makin mudahnya akses internet, serta keinginan orang untuk mendapatkan pelayanan kesehatan berkualitas dengan mudah, membuka peluang bisnis pelayanan kesehatan secara online. Apalagi, kesehatan merupakan salah satu kebutuhan penting, di samping kebutuhan dasar manusia.
Startup yang telah lebih dulu menghadirkan layanan kesehatan, antara lain Halodoc dan Konsula. Kini, PT Bundamedik baru-baru ini membuat coworking space atau tempat kerja baru yang dinamakan H-Cube Coworking Space akan menghimpun dan memfasilitasi para entrepreneur untuk menghadirkan startup baru dalam bidang kesehatan, gaya hidup, dan life science.

"Coworking ini dimiliki Bundamedik untuk mencari inovasi baru. Kita belum memberikan dana bantuan, tapi startup yang bergabung bisa mendapatkan informasi hingga mentoring dari tim Bundamedik," kata Komisaris Utama PT Bundamedik Ivan Sini dalam diskusi bertema Healthcare and Biotech Startup Trends in 2017 di H-Cube Coworking Space, Selasa (10/1).

Menurutnya, dalam menghadapi persaingan ketat di industri healthcare diperlukan inovasi yang terus-menerus, antara lain dengan memanfaatkan perkembangan informasi dan teknologi di tengah zaman yang serba-gadget saat ini. "Orang belum terpikir menggabungkan healthcare dengan gaya hidup. Misalnya, membuat klinik online, aplikasi yang memberikan informasi mengenai fertilitas, dan banyak lagi yang dapat membuka peluang bagi perusahaan baru (startup) untuk memecahkan permasalahan di bidang pelayanan kesehatan," ujar dokter spesialis kebidanan dan kandungan yang sehari-hari praktik di Rumah Sakit Bunda Jakarta itu.

Pada kesempatan yang sama, startup coach dan pengusaha Adhiatma Gunawan menambahkan, kecenderungan masyarakat terkait dengan kesehatan, saat ini telah berubah. Ketika ingin mengetahui tentang suatu penyakit, mereka akan terlebih dahulu menelusurinya melalui internet. Yang paling sering dicari untuk mengetahui suatu penyakit ialah gejala, diagnosis, serta upaya terapi atas penyakit tersebut. Setelah itu, baru kemudian menemui dokter.

"Hal ini menandakan dunia digital memainkan peran ke semua aspek. Dari sini kita melihat adanya peluang bagi startup, khususnya di bidang kesehatan," tutur Adhiatma. Meski demikian, ujarnya, perkembangan healthcare di industri digital paling lambat bila dibandingkan dengan industri lain. Oleh karena itu, diperlukan kontribusi inovasi dari startup-startup untuk memecahkan masalah, terutama di bidang pelayanan kesehatan. "Dalam pelayanan kesehatan, misalnya aplikasi di rumah sakit untuk booking appointment sehingga pasien bisa antre tanpa harus menunggu langsung di rumah sakit berlama-lama. Bisa juga patient relationship management atau konsultasi online," katanya. (Ind/J-2)

Komentar