Kesehatan

Trampolin, Olahraga Menyenangkan Kaya Manfaat

Rabu, 11 January 2017 08:00 WIB Penulis: (*/H-3)

thinkstock

ANDA bosan dengan jenis olahraga yang itu-itu saja? Cobalah alternatif baru, melompat-lompat di atas trampolin. Dijelaskan dr Grace Tumbelaka SpKO dari Perhimpunan Dokter Spesialis Olahraga, latihan trampolin selain memenuhi unsur olahraga kardio atau aerobik, dapat dimanfaatkan untuk latihan kekuatan, keseimbangan, dan kelenturan tubuh. Kelebihan lainnya olahraga tersebut memenuhi unsur fun alias menyenangkan, dan cocok untuk dilakukan bersama seluruh anggota keluarga.

"Faktor kebosanan menjadi salah satu penghalang yang menghambat niat berolahraga rutin. Karena itu, perlu ada unsur fun untuk mengatasinya," ujar Grace dalam diskusi tentang manfaat olahraga trampolin yang diselenggarakan Jumped Trampoline Fit Club, di Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu. Ia menjelaskan, secara umum, untuk menjaga kesehatan latihan fisik yang dianjurkan ialah latihan kardio/aerobik minimal 150 menit per minggu. "Olahraga trampolin dengan gerakan rebounding (melambung) sederhana sudah memberikan efek kardio yang low impact. Artinya, memberikan stres yang kecil terhadap persendian lutut sehingga mengurangi risiko cedera," kata Grace.

Olahraga trampolin, lanjutnya, memiliki banyak manfaat lain yang sudah dibuktikan melalui penelitian ilmiah. Antara lain, memperbaiki sirkulasi baik sirkulasi pembuluh darah maupun jaringan limfatik sehingga dapat berdampak pada peningkatan sistem imun tubuh, menurunkan inflamasi, dan detoksifikasi. "Detoksifikasi ialah sistem pengeluaran racun dari tubuh. Organ yang berperan ialah hati, ginjal, kulit, dan kandung empedu. Dalam proses perjalanan proses detoksifikasi ini dibutuhkan sirkulasi pembuluh darah maupun sistem limfatik yang baik," tambahnya.

Olahraga trampolin selama 10 menit setara dengan 30 menit berlari. Selain itu, olahraga trampolin bermanfaat untuk memperlambat penuaan, menurunkan depresi dan meningkatkan fungsi kognitif, juga bisa untuk rehabilitasi cedera. "Jika dilakukan dalam satu program latihan yang baik, manfaat yang dihasilkan lebih besar lagi. Riset yang sudah dipublikasikan di beberapa jurnal kesehatan dan kedokteran bahkan menunjukkan olahraga trampolin sangat baik untuk penderita penyakit tertentu. Misalnya meningkatkan keseimbangan pada orangtua dan stabilitas pada anak difabel," papar Grace.

Perlu latihan
Pada kesempatan sama, Head of Coach and Trainer Jumped Trampoline Fit Club, Chris Nata Kusuma, menjelaskan olahraga trampolin sebaiknya dilakukan dengan latihan terprogram untuk mencapai manfaat maksimal. "Bermain atau olahraga trampolin juga harus dilakukan dengan standar keamanan khusus. Perangkat berstandar internasional berukuran 2,35 x 2,35 meter, yang digunakan satu kotak hanya untuk satu orang agar meminimalkan cedera, dengan berat maksimal 120 kg," terangnya.

Olahraga trampolin bisa dilakukan anak-anak hingga orang dewasa. Latihan dilakukan secara bertahap mulai gerakan sederhana untuk pemula sampai untuk tingkat mahir dengan alat dan gerakan yang lebih kompleks. "Gerakan yang diajarkan merupakan gabungan gerakan untuk melatih strength, cardio, core, balance, dan flexibility. Gerakannya tidak hanya meloncat, tetapi pada tingkat lanjut dapat dikombinasikan dengan alat atau olahraga combat," pungkasnya. (*/H-3)

Komentar