MI Anak

Kecil-Kecil Jadi Bankir

Ahad, 8 January 2017 09:45 WIB Penulis: Suryani Wandari

Kegiatan ini event Komunitas Anak Media Indonesia bekerjasama dengan bank Permata dalam rangka kegiatan media anak jelajah.

MESIN anjungan tunai mandiri (ATM) itu berada di depan pintu bank. Terkadang seseorang datang, memasukkan kartu dan password hingga mesin itu mengeluarkan uang sesuai dengan permintaan atau transaksi lainnya. Ya, Sobat Medi mungkin sering melihat kegiatan tersebut di bank atau ruang publik lainnya, kan?

Masuk ke ruangan bank, terlihat Kak Dian, teller Bank Permata, duduk di belakang meja sambil melayani nasabahnya yang mengantre untuk menabung. Ya, kalian pasti tahu di mana kali ini Medi berada, kan?

Kamis (15/12/2016), Medi berada di Kantor Pusat PT Bank Permata Tbk di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, bersama para bankir cilik lo sobat. Tahu kah profesi bankir itu? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bankir ialah orang yang menjadi penyokong dalam urusan keuangan.

Dengan fokus mengembangkan anak-anak Indonesia, salah satu bank swasta nasional terbesar itu melakukan program pertanggungjawaban sosial berupa Permata Bankir Cilik dengan mengajak anak kelas 4-6 SD untuk memahami cara kerja seorang bankir, lo. Yuk belajar bersama para bankir cilik!

Mengenal uang

Dengan dipilih sekolah masing-masing, ke-60 bankir cilik dari SDN Karet 01 Pagi, SDN Pela Mampang 09, SDN Benhil 01, dan SDN Pondok Jaya 02 Bintaro itu dilatih menjadi duta pendidikan literasi keuangan melalui beragam kegiatan boot camp, workshop, pembinaan, dan penerapan program Permata Bankir Cilik di sekolah masing-masing selama empat bulan, lo.

"Selama ini masih banyak yang belum paham mengenai perbankan dan pasar modal. Program ini dapat mendukung hal itu sehingga meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keuangan," kata Ibu Mirah Wiryoatmodjo, Direkrut Legal dan Compliance PT Bank Permata.

Kenali uang palsu

Sobat Medi sudah tahu dong apa itu uang? Ya, uang ialah alat tukar yang berlaku secara umum untuk melakukan pembayaran atas pembelian barang dan jasa. Akan tetapi, awas, uang juga ada yang palsu, lo, sobat. Dalam beberapa pertemuan, bankir cilik diajari untuk bisa melihat perbedaannya dengan cara 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang.

Jika dilihat, uang asli memiliki warna yang cerah, tidak luntur, dan warna tidak patah-patah. Bahan uang pun dari kertas agak lebih tebal dan halus, jika diusap di bagian angka terasa timbul atau menonjol, begitu pun dengan diterawang akan terlihat bagian tanda air dan tali pengaman yang tercetak baik. Jika suatu hari sobat Medi menemukan uang palsu, jangan disobek atau dibuang tapi segera laporkan ke Bapak Ibu Polisi agar dapat diselidiki dan ditangkap.

Dua jenis uang

Tahukah sobat bahwa ada dua jenis uang? Ya, ada uang kartal dan giral. Uang kartal ialah uang yang beredar di masyarakat yang dicetak pemerintah di Perum Peruri yang sering dipakai kita, sedangkan uang giral berupa rekening pada suatu bank yang sewaktu-waktu dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang sah dengan cek, giro, dan telegraphic transfer.

Uang juga berbeda-beda lo setiap negara dengan simbol dan kode mata uang. Misalnya rupiah di Indonesia simbolnya Rp dan kodenya IDR, ringgit dari Malaysia simbolnya MR kode mata uangnya MYR, atau yen dari Jepang simbolnya kode mata uangnya JPY.

Menabung

Selain dilatih dalam mengenal literasi keungan, kegiatan ini pun berupaya meningkatkan budaya dan kesadaran menabung sejak dini serta pengetahuan yang terkait literasi keuangan dan perbankan. Apakah sobat Medi sudah terbiasa menabung? "Dari dulu aku sudah biasa menabung, aku sisakan uang jajanku setiap hari dan masukan ke celengan, entah itu Rp1.000 sampai Rp5.000," kata Alivia Nur Allyssa dari SDN Karet 01 Pagi.

Kalau zaman dulu, umumnya tabungan berbentuk celengan ayam jago atau tabung, sekarang semakin berkembang nih sudah ada dalam bentuk tokoh kartun, mesin cuci, kucing pencuri koin dengan lampu berwarna-warni. Semakin semangat untuk menabung, kan? Bahkan kata Alivia, menabung dapat membantu dirinya untuk membeli beragam kebutuhannya tanpa meminta ke orangtuanya, lo. Hebat, kan?

Simpanan pelajar

Kini mereka pun diberi fasilitas oleh Bank Permata dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupa Simpanan Pelajar (Simpel) yang diharapkan bisa menumbuhkan budaya menabung dan melatih pengelolaan keuangan secara mandiri mulai usia dini.
Belajar jadi jurnalis

Dalam acara puncak yang diselenggarakan di kantor Media Indonesia di Jakarta Barat, Senin (19/12/2016), mereka pun belajar untuk menjadi seorang jurnalis lo. Mereka mencoba membagikan pengalamannya menjadi seorang bankir cilik dalam tulisan menarik.

Bankir cilik pun berkesempatan wawancara beberapa pegawai seperti teller, customer service, dan kepala cabang serta sebelumnya empat bankir cilik berkesempatan wawancara Ibu Indri Koesindrijastoeti H, Direktur Sumber Daya Manusia Permata Bank.
Sebanyak tiga anak dengan tulisan terbaik dinobatkan menjadi penulis terbaik lo, yakni Lia Oktavia (SDN Karet 01 Pagi), Meizahra Nurafifa (SDN Bendungan Hilir 01), dan Alivia Nur Allyssa (SDN Karet 01 Pagi). Diumumkan pula Best bankir cilik, yakni Meizahra Nurafifa (SDN Bendungan Hilir 01), Muhammad Arya Khadafi (SDN Pondok Jaya 02), Muhamad Iqbal Prasetyo (SDN Pela Mampang 09), dan Kayla Adinda Fasha (SDN Karet 01 Pagi). Mereka semua diberi penghargaan dengan pemakaian jas, pin, dan selendang Ibu Mirah. Selamat, ya! (Suryani Wandari/M-1)

Komentar