Features

Ketika Harga Cabai Melambung Melampaui Emas

Jum'at, 6 January 2017 11:48 WIB Penulis: Fathia Nurul Haq

ANTARA/Rahmad

IBU Sum, 42, sudah puluhan tahun berjualan di salah satu pasar tradisional di Depok. Hampir semua komoditas pangan pernah dijajalnya. Namun menurutnya cabai dan bawang lah yang perputarannya paling menjanjikan.

“Kalau cabai, bawang, begitu cepat habisnya, neng. Makanya ibu mah jualannya bumbu dapur kayak gini aja walaupun harganya tidak tentu,” katanya kepada Media Indonesia, Jumat (6/1) pagi.

Namun, berjualan komoditas pangan yang harganya paling fluktuatif seperti cabai tentu banyak suka dukanya. Bu Sum bercerita beberapa minggu lalu ketika cabai pertama kali naik dari harga sekilo Rp40 ribu menjadi Rp80 ribu perkilo, banyak pembeli yang mayoritas ibu-ibu rumah tangga, misuh-misuh. “Masa naiknya dua kali lipat, Bu,” kisah Bu Sum mengulang kalimat pelanggannya.

“Udah gitu gak lama, neng, harganya malahan naik lagi. Apa boleh buat seperempat dijualnya jadi Rp25 ribu. Makin banyak lagi yang marah-marah. Lah, kita bisa apa?,” lanjutnya berkeluh kesah.

Kini, harga seperapat (seperempat) cabai di gerai Bu Sum dijual dengan harga Rp35 ribu, dengan jurus tawar-menawar yang ketat harganya bisa turun menjadi Rp30 ribu yang artinya sekilo harga cabai sudah melambung jadi Rp120 ribu hingga Rp140 ribu.

“Apalagi sekarang, neng. Kadang ibu-ibu biasa beli goceng (Rp5000) ibu cuma bisa kasih 20 butir,” ungkap perempuan berpakaian sederhana ini seraya mengelap dahinya sembari melayani pelanggan yang menggerutu.

“Masa Rp120 ribu sekilo, saya kan sudah langganan, biasa beli banyak di sini,” demikian ujar pelanggan Bu Sum yang mengaku bernama Nursiah.

Nursiah berjualan aneka sarapan. Jika hari sudah siang, lapak jualannya berganti menjadi kedai nasi pecel. Karenanya ia kerap membeli cabai di gerai Bu Sum dalam jumlah banyak. “Saya kalau beli bisa 5 kilo, tapi mahal begini jadi belinya cuma dua kilo,” kata Nursiah.

“Coba neng itung aja, kalau lima kilo berarti saya bayar Rp600 ribu, bisa beli apa itu banyak sekali. Emas aja sekarang harganya segram gak sampai segitu,” kata Nursiah sambil meninggalkan gerai Bu Sum. OL-2

Komentar