Features

Jadi Pengangguran di Finlandia Dapat UMR Lo...

Kamis, 5 January 2017 08:20 WIB Penulis:

MI/Seno

NEGARA-NEGARA Skandinavia memang unggul dalam hal kesejahteraan. Terhitung sejak bulan ini, 2.000 pengangguran di Finlandia akan menerima upah minimum per bulan sejumlah 560 euro, atau sekitar Rp7,81 juta berdasar kurs saat ini.

“Kami berpikir ini akan menjadi insentif yang besar bagi masyarakat untuk mengambil, setidaknya kerja paruh waktu,” ujar Head of Kela’s Legal Affairs Unit Marukka Turunen seperti dikutip DW.com akhir tahun lalu.

Skema itu membuat Finlandia menjadi pertama dan satu-satunya negara di dunia yang memberikan upah minimum secara universal, bukan hanya bagi pekerja. Institusi asuransi sosial Finlandia, Kela, ditunjuk sebagai penyelenggara skema ini.

Bukan hanya menerima upah minumum, para pengangguran itu juga tidak diwajibkan membayar pajak, bahkan jika mereka mendapat penghasilan tambahan dari kerja paruh waktu. Kebijakan itu diambil lantaran, menurut Turunen, banyak pengangguran tidak ingin mengambil kerja paruh waktu karena khawatir penghasilan setelah pajak lebih sedikit dari upah minimum yang mereka terima.

Sebelum diberlakukan penuh, akhir tahun lalu beberapa partisipan yang dipilih acak di antara penduduk usia produktif yang menganggur menerima manfaat ini.

Lantaran diberlakukan secara universal, upah minimum ini juga tetap diterima setelah para penganggur sudah memperoleh pekerjaan. Sebagai konsekuensinya, mereka akan tetap mengajukan klaim lain seperti bantuan perumahan ataupun tunjangan anak sejalan dengan pemasukan.

Di sisi lain, menurut pelajar dari Oulu, Finlandia, Daniel Wallenius, 27, upah minimum itu akan menjadi insentif agar calon pekerja mau menerima pekerjaan dengan bayaran rendah. “Ini juga meningkatkan jumlah uang yang bisa didapat seseorang ketika bekerja,” ucapnya.

Seorang game programmer dari Helsinki, Jere Ranta, 35, mensyukuri adanya pendapatan tetap yang diterima seseorang di saat kritis sekalipun.

“Ini menjamin level basis pendapatan bahkan di waktu ketika segala sesuatunya tidak pasti saat seseorang memulai kariernta sebagai pengusaha muda,” ujarnya seperti dikutip Al Jazeera.

Menurut seorang petugas informasi, Heta Muurinen, 41, meski didukung, skema tunjangan dasar itu juga mendapat kritik karena target penerimanya hanya sekelompok kecil masyarakat. “Kelompok yang mendapat benefit dari skema tunjangan ini ialah para entrepreneurs skala kecil, pekerja freeland, dan posisi lain yang tidak mendapatkan tunjangan sosial.” (Fat/E-2)

Komentar