Polkam dan HAM

Saat Nasi Goreng Kaki Lima Masuk Istana

Kamis, 5 January 2017 07:08 WIB Penulis: Christian Dior/X-11

Penjual nasi goreng dan satai keliling dibawa masuk ke Istana Bogor untuk menyiapkan makan siang para peserta Sidang Kabinet Paripurna, kemarin. -- Kris/Biro Pers Setpres

SAMBIL mendorong gerobak nasi gorengnya, Nurhadi melangkah mantap menuju halaman belakang Istana Bogor, Jawa Barat, kemarin siang. Tak seorang pun petugas keamanan menghentikan langkah penjual nasi goreng kaki lima yang biasa mangkal di Rumah Sakit Gunung Salak Bogor (DKT) itu.

Maklum, ternyata nasi goreng bikinan Nurhadi dipesan langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi). “Ini untuk menu makan siang yang disediakan untuk sidang kabinet paripurna,” kata salah satu pegawai rumah tangga Istana Bogor yang mengantar Nurhadi.

Nurhadi mengaku tidak ada persiapan khusus. Dia juga baru dihubungi pihak Istana Bogor untuk menjamu para menteri, Selasa (3/1) malam. “Kita juga diwajibkan memakai baju batik,” tutur Nurhadi.

Gerobak satai ayam, tahu sumedang, satai madura, dan sekoteng juga tampak menghiasi halaman belakang Istana.

Rohman, pedagang nasi goreng lainnya, mengaku senang dagangannya bisa disantap pejabat-pejabat. Terlebih, ia bisa bertatap muka dengan Presiden Jokowi.

“Seneng, dong. Ini borongan jadi bisa langsung habis,” ungkap dia.

Setiap hari, menurut Rohman, ia menjual rata-rata hingga seratus porsi nasi goreng, kwetiau goreng, dan mi rebus. Ia mematok harga Rp12 ribu per porsi.

Ia pun bangga hidangannya dipesan langsung oleh putra Jokowi. “Yang pesan anaknya yang cowok. Pesan mi goreng dan mi kuah,” ujarnya singkat.

Dari kejauhan belasan menteri tampak mengerumuni gerobak-gerobak tersebut. Mereka mengantre sambil berbincang dan tertawa bersama. Ada pula yang mengabadikan momen tersebut lewat kamera telepon seluler.

Jamuan makan siang yang tak biasa ini pun dikomentari Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri. Melalui pesan singkat, dia mengaku menikmati makanan kaki lima tersebut.

Beberapa menteri, katanya, makan lebih dari dua porsi. “Enak dan tentu saja menyenangkan. Beberapa menteri saya lihat nambah hehe,” ujar Hanif kepada wartawan.

Para jurnalis yang meliput kegiatan sidang kabinet paripurna ini juga ikut dilayani oleh dua gerobak nasi goreng ditambah satu gerobak satai ayam.

Dalam sidang kabinet paripurna itu sendiri, Jokowi mengingatkan para pembantunya agar fokus mengurangi kesenjangan antara orang miskin dan orang kaya.

Tak hanya diturunkan, Jokowi bahkan berharap kesenjangan bisa dihapuskan. (Christian Dior/X-11)

Komentar