Polkam dan HAM

Gubernur Manfaatkan Medsos

Kamis, 5 January 2017 09:05 WIB Penulis: Puji Santoso

ANTARA/ IDHAD ZAKARIA

GUBERNUR berpredikat terpegah kerap memanfaatkan media sosial (medsos) untuk berhubungan dan berinteraksi dengan publik.

Seperti Gubernur Sumatra Utara Tengku Erry Nuradi saat ditemui Media Indonesia di ruang kerjanya, kemarin, mengaku kerap berinteraksi dengan publik melalui Facebook.

Melalui medsos, dirinya bisa berinteraksi, mengetahui kebutuhan, hingga menjawab keluhan masyarakat terhadap kinerja pemerintah provinsi (pemprov).

"Medsos benar-benar membantu saya secara langsung. Namun, saya tetap setiap hari turun ke grassroot untuk menyerap keinginan masyarakat," kata Erry.

Sebelumnya, riset Indonesia Indicator (I2) merilis hasil riset bertajuk Nama dalam Berita.

Berdasarkan lebih dari 6 juta pemberitaan di 1.443 media daring selama 1 Januari hingga 5 Desember 2016, lima gubernur yang paling banyak diekspose ialah Basuki Tjahaja Purnama (Gubernur nonaktif DKI Jakarta), Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, dan Gubernur Sumatra Utara Tengku Erry Nuradi.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga kerap memanfaatkan medsos, yakni Twitter.

Bahkan, politikus PDIP itu juga dijuluki sebagai 'gubernur Twitter'.

"Biar saja mendapat julukan gubernur Twitter karena memang sarana itu saya gunakan untuk dapat berkomunikasi langsung dengan rakyat saya," kata Ganjar.

Menurut dia, kepala daerah tidak dapat begitu saja menerima laporan bawahan.

Melalui medsos, warga dapat langsung melaporkan kondisi riil di lapangan, seperti mengirim foto jalan rusak hingga praktik pungli.

"Meskipun terkadang permasalahan yang disampaikan terlalu kecil dan dapat diselesaikan tingkat RT, RW, kelurahan, kecamatan, atau dinas. Sarana medsos membuat gubernur mengetahui dan bisa menyelesaikan permasalahan."

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan atau yang kerap disapa Aher menilai, hasil riset sorotan media massa tersebut menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas layanan publik.

"Berperan dalam optimalisasi layanan masyarakat serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan," katanya.

Aher mengakui senantiasa memberikan perhatian khusus pada agenda kegiatan pemprov yang bersifat kemasyarakatan.

Hal itu biasanya terlihat pada sejumlah program dirinya yang bersifat kunjungan kerja.

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menegaskan, predikat sebagai salah satu gubernur terpegah tidak membuat dirinya sombong.

Menurutnya, dia hadir untuk bekerja, berpikir, dan mengabdi bagi bangsa dan negara, bukan cari popularitas.

"Ini juga kan termasuk ibadah. Saya bekerja saja secara tulus. Jika ada yang menilai, itu dari orang. Saya berterima kasih kalau itu baik. Kalau ada yang tidak sempurna, saya ini, manusia biasa."

Ekspose pemberitaan

Direktur Komunikasi Indonesia Indicator Rustika Herlambang mengatakan riset itu bukan untuk memperlihatkan kepala daerah terpopuler yang berkonotasi disukai.

"Yang kami pilih adalah terpegah atau termasyhur karena terkait dengan jumlah pemberitaan. Riset juga bukan melihat kinerja. Karena harapan dari survei adalah orang yang paling banyak dibicarakan artinya termasuk orang berpengaruh," kata dia. (AS/BY/LN/Zhe/N-1)

Komentar