Features

Ayo, Bikin Resolusi Setop Makan Kue di Kantor

Rabu, 4 January 2017 09:17 WIB Penulis:

MI/Seno

Bertekad bulat (resolusi) untuk mencapai suatu target di tahun baru bisanya hanya terkait dengan upaya untuk memperbaiki diri, menambah penghasilan, membeli kendaraan, hingga mendapatkan jodoh. Pokoknya, semua hal yang ideal bahkan utopis sering menjadi bagian dari resolusi yang ditetapkan seseorang seusai tahun berganti.

Namun, di mata para dokter gigi terkemuka, resolusi di tahun baru yang seharusnya masuk daftar ialah mengurangi makan kue di kantor.

Bukan tanpa alasan bila hal itu menjadi anjuran dari ahli medis yang pandai membuat semua orang buka mulut itu.

Setidaknya rekomendasi itu dilontarkan fakultas operasi gigi (FDS) di Royal College of Surgeons, Inggris. Para akademisi dan dokter ahli di sekolah kedokteran itu mendesak para atasan membatasi kebiasaan makan kue di tempat kerja yang berkontribusi terhadap epidemi kegemukan (obesitas) dan kesehatan mulut yang buruk.
FDS juga mendesak perusahaan menyediakan buah dan kacang sebagai pengganti penganan biskuit di kala rapat, membersihkan camilan bergula dari mesin jajanan dan menukarnya dengan jenis yang rendah gula, serta mengimbau karyawan untuk makan kue ulang tahun.

“Kami ingin perubahan di perkantoran yang mendorong budaya makan sehat dan membantu pekerja menghindari godaan makanan manis,” ujar Dekan Fakultas Profesor Nigel Hunt seperti dilansir situs Theguardian.com, kemarin.

Sepanjang 2015-2016, tercatat 63% orang dewasa di Inggris masuk kategori obesitas. Hampir 64 ribu dari mereka yang berusia di atas 18 tahun dirawat di rumah sakit akibat kerusakan gigi.

“Merujuk pada FDS, 40% orang membuat resolusi turun berat badan dan 24% menginginkan makan yang lebih sehat pada 2016. Kantor menjadi sumber utama tempat pekerja mengonsumsi gula berlebih ketika mendapat hadiah dari bos dan acara perayaan kolega,” paparnya.

FDS membuat beberapa kiat untuk pekerja mengurangi konsumsi gula, antara lain camilan bergula hanya boleh dikonsumsi saat makan siang, mengurangi porsinya, dan membuat jadwal. “Jika ada perayaan ulang tahun dalam seminggu, Anda hanya boleh makan kue pada Jumat.”

Hanya mengonsumsi makanan manis pada saat makan siang mampu menjaga gigi tetap sehat karena gula membentuk asam yang melembutkan enamel gigi dan menyebabkan pembusukan.

“Semakin berkurang frekuensi konsumsi makanan manis, semakin jarang gigi terserang,” tutup Prof Nigel Hunt.

Resolusi itu pun bisa berguna buat mereka yang enggan mengeluarkan biaya ekstra untuk berobat ke dokter gigi di ‘Negeri Ratu Elizabeth’ itu. “Bila tidak ditanggung asuransi, untuk tambal gigi saja bisa kena 90 pound sterling, sekitar Rp1,5 juta,” tutur Kristy, 36, praktisi komunikasi yang sempat bermukim di London selama tiga tahun.

Cukup besar, bukan? Bandingkan dengan pelayanan serupa di RS UIN Ciputat, Tangerang Selatan, misalnya, yang mematok harga sekitar Rp250 ribu saja. Itu pun sepertinya masih mahal untuk kebanyakan orang Indonesia. (Try/E-3)

Komentar