Eksplorasi

Bambu Ungu Ditemukan di Sumba

Sabtu, 31 December 2016 07:01 WIB Penulis:

DOK LIPI

EKSPEDISI Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada pertengahan 2016 mendapati bambu jenis baru di Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur. Uniknya, bambu itu memiliki daun pelepah rebung berwarna keunguan.

Bambu itu dinamai Schizostachyum purpureum. Hasil identifikasi menunjukkan bambu berasal dari marga Schizostachyum dan nama spesies purpureum (bahasa latin, purpurea, berarti ungu).

S purpureum dikoleksi peneliti LIPI melalui Ekspedisi Widya Nusantara (E-Win) tahun ini yang menyasar Pulau Sumba, Mei lalu. “Bambu tersebut sudah ada sejak lama, tapi secara ilmiah belum terungkap,” kata periset bambu di Pusat Penelitian Biologi LIPI, I Putu Gede P Damayanto, Senin (26/12).

Rebung S purpureum berwarna hijau keunguan dengan rambut miang putih. Itu berbeda dengan dua jenis bambu dari marga Schizostachyum yang dicatat Elizabeth di Sumba.

“Warna keunguan jarang ditemukan di genus itu. Biasanya hijau pekat,” kata Gede. S purpureum paling mirip dengan S bamban yang habitatnya di Sumatra. Kini S purpureum jadi endemis di Sumba.

Batang S purpureum berwarna hijau dengan miang warna putih hingga cokelat muda pada buku, tegak, dengan ujung melengkung. Tinggi batang 5-6 meter, diameter 4-5 cm, jarak antarruas 50-65 cm, dan berdinding tipis. Di buku ada lilin putih melingkar. Habitatnya ialah hutan primer pada ketinggian 525 meter dpl. Nama lokal bambu itu au tamiang. Warga setempat memakainya untuk membuat gedek (anyaman bambu) dan seruling. (LIPI/Grt/L-2)

Komentar