Weekend

Nova Riyanti Yusuf: Momen Merenungi Dosa

Sabtu, 31 December 2016 03:30 WIB Penulis:

MI/Ramdani

DI penghujung tahun, penulis yang juga mantan anggota DPR Nova Riyanti Yusuf mengaku biasanya cenderung emosional.

Momen tahun baru amat bermakna baginya karena dianggap sebagai salah satu pengingat atas berkah usia.

Momentum itu biasa dipakainya untuk merenungi dosa dan kekhilafan.

Pada 2015 silam, ketika menikmati malam pergantian tahun baru menuju 2016 di Negombo, Sri Lanka, dokter jiwa itu melakukan salat taubat sebelum bergabung untuk melakukan hitung mundur dengan turis di seantero dunia lainnya.

"Saya sempatkan salat taubat dulu atas kekhilafan saya sepanjang tahun," jelasnya ketika dihubungi Media Indonesia, Kamis (29/12).

Tahun ini rekan-rekannya sesama psikiater di Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan mengambil cuti panjang di akhir tahun.

Karena itu, dia baru akan libur justru di awal tahun. Rencananya, dia akan ke Nepal bersama keluarga.

Tiga destinasi yang ingin dikunjunginya ialah Kathmandu, Pokhara, dan Sarangkot.

Niat ke Nepal hadir berkat kecintaannya kepada Bhutan yang bertetangga dengan Nepal.

Pada 2010, Noriyu, demikian dia akrab disapa, menghadiri Konferensi WHO tentang perubahan iklim di Bhutan.

"Sulit sekali melupakan gugusan gunung Himalaya yang begitu magis dengan sungai suci di sepanjang kaki gunung. Sejak itu saya mengalami preokupasi tentang Bhutan yang berprinsip hidup gross national happiness," kisahnya.

Dia menonton film Doctor Strange(2016) yang mengambil latar Nepal.

"Akhirnya saya teringat Bhutan dan penasaran dengan negara tetangga Bhutan, yaitu Nepal," ujarnya seraya menambahkan berlibur ke negara itu sudah diputuskan sejak tiga bulan lalu.

Dia selalu ingin menghabiskan momen pergantian tahun baru dengan ibunya.

Menurutnya, cinta ibu ialah yang paling kekal dalam taraf cinta manusia.

Perempuan yang hobi menulis dan fotografi itu berencana membagikan kisah perjalanannya nanti lewat tulisan dan foto wisata.

Fokusnya, ia ingin menceritakan geliat wisata Nepal pascagempa.

Ketika ditanya soal resolusi tahun barunya, Noriyu mengaku tidak ada yang khusus.

Dia menyadari, setiap tahunnya, ia suka membuat resolusi yang jarang diperhatikan.

Karena itu, kali ini dia memilih melanjutkan saja agenda-agenda yang belum kelar.

"Lebih serius mengembangkan kemampuan profesionalisme diri sebagai dokter jiwa, melaksanakan penelitian-penelitian di bidang kesehatan jiwa, fokus menyusun disertasi S-3 yang fokus tentang suicide prevention," papar Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia Jakarta itu.

Di sisi lain, dia ingin menyelesaikan novel yang gagal diwujudkannya pada 2016 ini karena kesibukannya.

"Saya akan hadiahkan untuk ibu saya yang sudah lama banget berharap mbok ya saya jangan urusi kesehatan jiwa terus, tapi sekali-kali menulis novel," pungkasnya. (Her/S-1)

Komentar