Features

Selamat Tinggal Rumah Reyot

Rabu, 28 December 2016 03:10 WIB Penulis: (Akmal Fauzi/X-8)

thinkstock

LANGKAH Mamat tertatih saat menyambut Media Indonesia yang berkunjung ke rumahnya di Jalan Jembatan Gantung, Kedaung, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (26/12) siang. Rumah itu memang tak terlalu besar, tetapi bersih dan tertata rapi. “Alhamdulillah lebih adem sekarang, enggak kepanasan lagi, dulu atapnya bolong-bolong,” kata pria kelahiran Jakarta pada 1927 itu sambil terbata-bata.

Mamat bin Mahmud merupakan veteran pejuang kemerdekaan berpangkat prajurit satu atau pratu yang diberi bantuan rehab rumah oleh pemerintah melalui Komando Distrik Militer (Kodim) 0503 Jakarta Barat pada 10 Desember 2016. Kini rumah seluas 69 m2 yang ditempatinya sejak 40 tahun lalu itu berubah total. Rumah Mamat yang tadinya reyot sekarang terlihat kukuh. Tak ada bocor saat hujan. Atapnya pun sudah dilapisi plafon sehingga terlihat bersih. Cat dinding berwarna hijau dengan list biru dipercantik oleh piagam penghargaan Satyalanjana Peristiwa Perang Kemerdekaan Kesatu dan Kedua Tahun 1958 dari Menteri Pertahanan Republik Indonesia.

“Sekarang negara sudah hadir. Belum lama juga diberi bantuan sembako oleh Kodim (0503), dianterin,” kata pria yang memiliki 8 anak dan 27 cucu tersebut. Pria asli Betawi Cengkareng itu mengaku, sebagai veteran pejuang, ia tertatih bertahan hidup dengan mengandalkan uang pensiun Rp2 juta per bulan. Apalagi ia menderita penyakit asma yang perlu biaya khusus. “(Uang pensiun) habis buat berobat saja. Kalau pakai BPJS, antre lama, enggak kuat nunggu.”

Ami Amelia, 37, anak bungsu Mamat, mengatakan ia bersama saudara lainnya selama ini hanya bisa membantu memperbaiki bagian kecil rumah sang bapak. “Ya paling cuma bisa rehab kecil-kecil, cat kamar, plester dinding. Enggak kuat biayanya,” kata Ami yang bersama suami dan satu anaknya menemani Mamat menghabiskan hari tua. Tak hanya bagi veteran yang masih hidup, keluarga veteran yang sudah meninggal pun diberi bantuan rehab rumah. Itja, 83, istri veteran Abdul Rahim, terus mengucapkan syukur.

Ditinggal suami sejak 1982 cukup sulit bagi Itja. Ia tinggal tak jauh dari rumah Mamat, hanya beda RT. Rumahnya seluas 69 meter2 itu pun telah berubah total. Atap dari genteng tanah liat yang selama ini rawan bocor kala hujan diganti dengan asbes. Sebagian dinding dari bilik kayu juga berganti peluran semen. “Ini sebanding dengan perjuangan bapak yang sering cerita gerilya pakai bambu runcing, rela mati demi negara,” ujar Itja yang memiliki lima anak.

Dandim 0503/JB Letkol (Inf) Wahyu Yudhayana mengatakan kegiatan renovasi rumah diberikan kepada delapan veteran di wilayah Jakarta Barat. Mereka dan keluarga diharapkan dapat menikmati kesejahteraan yang lebih baik. “Ke depan insya Allah akan ada lagi rumah-rumah veteran yang akan direnovasi. Kami akan survei terlebih dahulu apakah layak dan cek latar belakang dari keluarganya. Pada perinsipnya kami membantu,” ujar Wahyu. (Akmal Fauzi/X-8)

Komentar