Advertorial

LIA dan Pemkot Semarang Gelar National English Competition

Selasa, 20 December 2016 14:29 WIB Penulis: RO

Dok. LIA

LEMBAGA pendidikan Bahasa Inggris LIA bekerjasama dengan Pemerintah Kota Semarang menyelenggarakan acara bergengsi tingkat Nasional yaitu Semarang National English Competition (SNEC).

Ajang kompetisi bahasa Inggris yang baru pertama kali diadakan ini akan diikuti oleh kurang lebih 500 siswa – siswi pelajar tinggal SD – SMA dari seluruh Indonesia, yang bertujuan untuk menjadi barometer kemampuan Bahasa Inggris dari para siswa - siswi di tingkat Nasional.

Semarang menjadi kota yang dipilih sebagai tempat penyelenggaraan karena merupakan salah satu pusat perdagangan dan pemerintahan bahkan sejak jaman Hindia Belanda, dan baru – baru ini kota Semarang mendapat penghargaan sebagai Kota Ekonomi Digital. Hal ini menunjukkan bahwa Semarang merupakan kota yang penuh potensi serta kreatifitas dari para pemudanya.

Rangkaian kegiatan kompetisi terdiri dari Show & Tell, Story Telling, Giving Presentation, Teacher’s Showcase, dan Spelling Bee . Kompetisi ini diselenggarakan pada Minggu, 18 Desember 2016 di tiga lokasi yang berbeda dan merupakan tempat – tempat wisata di kota Semarang yaitu: Lawang Sewu, Sam Poo Kong dan Kota Tua.

Tujuan dari diselenggarakannya ajang kompetisi ini adalah agar para peserta yaitu siswa – siswi pelajar Indonesia dapat menggali potensi, menunjukkan dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi dalam menggunakan bahasa Inggris, selain itu juga untuk memperkenalkan sektor pariwisata yang dimiliki oleh kota Semarang dan yang terpenting adalah sebagai wujud tanggung jawab LIA sebagai lembaga pendidikan Bahasa Inggris yang telah berpengalaman dalam pengajaran Bahasa Inggris selama 57 tahun, dalam ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa.

Para peserta kompetisis ini, selain mengikuti lomba juga akan ikut serta dalam kunjungan ke berbagai macam objek wisata yang menjadi ikon kota Semarang yaitu Lawang Sewu, Tugu Muda, kota Lama, Gereja Blenduk, Taman Sri Gunting, serta tidak lupa mencicipi kuliner dan oleh-oleh khas Semarang.

Tak lupa peserta akan menikmati wisata budaya di Desa Kandri, yaitu dengan terjun langsung bersama warga desa untuk melakukan kegiatan sehari – hari seperti bertani, membersihkan saluran irigasi, memberi makan dan merawat hewan ternak, memerah susu sapi, memanen hasil kebun hinga menikmati kuliner pedesaan yang nikmat.

Seluruh rangkaian kegiatan di atas diharapkan tentunya akan dapat lebih memperkaya wawasan seluruh peserta dari acara ini.(RO)

Komentar