Properti

Pemutusan Pinjam Pakai Kampus SGU sejak 2014

Jum'at, 23 December 2016 01:30 WIB Penulis: (Ria/S-4)

Ist

PT Bumi Serpong Damai (BSD) Tbk, menegaskan pemutusan mengakhiri pinjam pakai tanah dan bangunan yang digunakan kampus Swiss German University (SGU) sejak 2014, dan baru pada Sabtu (17/12) dilakukan pemasangan plang dan pemagaran di sekitar kampus SGU. Pemasangan plang dan pemagaran tersebut dilakukan karena SGU sama sekali belum membayar cicilan (sejak Januari 2010) terkait dengan pinjam pakai lahan dan bangunan kampus tersebut.

"Padahal, sesuai dengan perjanjian SGU harus membayar setiap tahun, pada Januari. Jadi, hampir 7 tahun SGU tidak pernah membayar," ujar Reno di Jakarta, Rabu (21/12). Menurut dia, sesuai perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) SGU harus membayar Rp205 miliar (sejak Januari 2010). Saat pemutusan mengakhiri pinjam pakai, pada 2014, BSD sudah merugi Rp157 miliar karena sama sekali tidak ada cicilan pembayaran.

Menurut Reno, pihak BSD sudah melakukan pendekatan secara persuasif ke pihak SGU maupun melayangkan somasi ke SGU terkait dengan pembayaran cicilan tersebut. Namun, SGU tidak juga memenuhi kewajibannya membayar cicilan kepada BSD. Reno pun menegaskan tindakan pemasangan plang dan pemagaran yang dilakukan BSD dilakukan di atas trotoar, yang statusnya masih lahan BSD karena belum diserahterimakan. "Jadi tidak benar pemagaran dilakukan di atas lahan kampus SGU."

Terkait dengan pernyataan pihak SGU bahwa langkah BSD melakukan pemasangan plang dan pagar tersebut merupakan tindakan yang tidak menghormati proses hukum, yakni sidang gugatan pembatalan PPJB di Pengadilan Negeri Tangerang Selatan, Reno mengutarakan sidang tersebut tidak ada hubungan dengan pemasangan plang dan pemagaran. "Karena pemasangan tersebut merupakan tindak lanjut atas diakhirinya hak pinjam pakai tanah dan bangunan milik PT BSD kepada SGU," ujarnya.

Selain itu, lanjut Reno, dalam berita acara fitting out dan pinjam pakai (BAFOPP), BSD berhak mengakhiri pinjam pakai jika SGU lalai dalam memenuhi kewajibannya. Terkait dengan adanya isu pengerahan preman pada saat pemasangan plang dan pagar, ia pun menegaskan hal itu tidak terjadi, sambil memperlihatkan foto suasana ketika itu. "Saya tegaskan pada malam itu tidak ada pengerahan preman, yang hadir dari pihak BSD ketika itu kuasa hukum, pekerja, satuan pengamanan, dan perwakilan dari manajemen BSD," ujarnya.

Pada waktu itu, pemasangan plang dan pemagaran berlangsung dengan tertib, sebaliknya dari pihak SGU, yakni anggota resimen mahasiswa (menwa) melakukan orasi. "Jadi BSD tidak membuat kericuhan di sekitar SGU," katanya.

Komentar