Nusantara

Kerugian Akibat Gempa Aceh Rp1,854 Triliun

Selasa, 20 December 2016 19:37 WIB Penulis: Amiruddin Abdullah Reubee

MI/Panca Syurkani

KERUGIAN akibat dari dampak gempa bumi 6,5 skala Richter (SR) di Aceh pada 7 Desember 2016 mencapai Rp1,854 triliun. Kerugian itu karena terjadi kerusakan beberapa sektor, di antaranya infrastruktur, ekonomi, dan sosial.

Hal itu dikatakan Deputi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Hermasyah, saat rapat Rencana Aksi (Renaksi) di Kantor Badan Perencanaan Pembangungan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pidie, Senin (19/12).

Kerusakan akibat gempa itu terjadi di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Pidie Jaya, Pidie, dan Bireuen. Adapun Pidie Jaya yang menjadi pusat epicentrum gempa bumi, mengalami kerusakan paling berat.

Menurut Hermansyah, kebutuhan dana untuk rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh pascagempa diperkirakan berkisar Rp1,13 triliun. Nilai itu baru sebatas perkiraan sementara, karena belum semua kerusakan diverifikasi.

Dikatakan, proses rehabilitasi dan rekonstruksi nantinya diawali dengan membangun rumah warga yang rusak berat dan rusak ringan. Sehingga warga yang kini tinggal di pengungsian bisa segera pulang.

"Jika rumah sudah selesai dibangun, para korban bisa segera menempati dan tidak berlama-lama di tinggal di bawah tenda," katanya.

Karena itu, Pemkab Pidie Jaya, Pidie, dan Bireuen diharapkan mendata seluruh korban yang terdampak gempa dan kini tinggal di pengungsian.

Pada bagian lain, Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, Soedarmo, di Banda Aceh, Selasa (20/12), mengatakan, pihaknya mengharapkan dinas pendidikan segera membangun sekolah tenda. Selama masa liburan semester pekan ini harus selesai dibangun tenda untuk ruang belajar. Pasalnya banyak gedung sekolah setingkat SD, SMP, dan SMA hancur saat gempa sehingga tidak layak lagi ditempati.

Soedarmo berharap jangan sampai hari pertama sekolah tiba, tenda ruang belajar belum siap. Hal itu bisa terganggu proses belajar anak-anak.

"Sebelum 4 Januari 2017 sekolah tenda harus sudah selesai, nanti ketika murid mulai sekolah bisa langsung menggunakannya," jelasnya. (OL-4)

Komentar