Nusantara

Jokowi: Masih Ada lebih dari 25 Ribu Desa Masuk Kawasan Hutan

Selasa, 20 December 2016 19:16 WIB Penulis: Surya Sriyanti

MI/Arya Manggala

PRESIDEN Joko Widodo menegaskan, saat ini di Indonesia masih ada sebanyak 25.863 desa yang masuk kawasan hutan dan 70% dari jumlah itu menggantungkan hidupnya dari sumber daya hutan (SDH).

Hal itu dikatakan Jokowi saat melakukan pencanangan Kalaborasi Hutan Tanaman Rakyat dengan Industri Kayu Terpadu di Desa Buntoi, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Selasa (20/12), yang merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Presiden guna menghadiri puncak Hari Kesejahteraan Sosial Nasional (HKSN) 2016 di Palangkaraya.

"Jumlah penduduk yang masih belum sejahtera yang berada di kawasan hutan itu mencapai 10,2 juta jiwa," tegasnya.

Menurut Presiden, hingga 2019, pemerintah mencanangkan Program Kehutanan Sosial dengan luas areal yang akan diberikan kepada masyarakat mencapai 12,7 juta hektare (ha). Adapun penerima program ini sangat selektif, yakni hanya untuk rakyat, koperasi, dan kelompok tani.

Tujuan program itu ialah ingin mengorporasikan koperasi dan petani. Selain itu, semangat perhutanan sosial ialah untuk menjaga kelestarian dan tingkat hidup masyarakat, melalui Hutan Tanaman Rakyat, Hutan Adat, dan Hutan Desa.

"Kita berkeinginan Program Kehutanan Sosial ini bisa membuat masyarakat secara legal masuk dalam kehutanan sosial," tegasnya.

Dalam acara yang berlangsung di pinggiran Jalan Trans-Kalimantan di Kabupaten Pulang Pisau, itu juga hadir Ibu Negara Irina Joko Widodo, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran.

Menurut Jokowi, bila program ini berhasil, maka ke depan akan dibagikan ke seluruh Indonesia.

"Sekarang ini sudah banyak daerah yang antre untuk mendapatkannya, tapi saya belum mau kasih tahu," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan, di Kalteng, jumlah penerima program hutan desa mencapai 4.762 kepala keluarga di 37 kelompok tani untuk tanah seluas 3.595 ha.

"Kelompok tani ini tersebar di Kabupaten Pulang Pisau, Kapuas, Katingan, dan Kotawaringin Timur," ujarnya.

Bupati Pulang Pisau Edy Pratowo mengatakan, nantinya pembangunan hutan sosial ini akan melibatkan masyarakat secara langsung.

"Dampaknya nanti akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat kami secara langsung dan juga menjadikan kehidupan di Pulang Pisau semakin baik," kata Bupati. (OL-4)

Komentar