Nusantara

112 Gempa Susulan Landa Aceh

Senin, 19 December 2016 18:10 WIB Penulis: Ferdian Ananda Majni

AFP

PASCABENCANA gempa 6,5 skala Richter (SR) yang menguncang Pidie Jaya, Aceh, pada 7 Desember 2016 lalu, hingga saat ini tercatat sudah terjadi 112 kali gempa susulan. Terakhir, gempa 5,2 SR terjadi di 201 KM Barat Laut Kota Sabang, Senin (19/12), pukul 02.24 WIB.

Kepala Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Mata Ie, Banda Aceh, Eridawati, mengatakan, gempa tektonik susulan itu menuju keseimbangan bumi kembali dengan melepaskan sisa energinya melalui gempa susulan. Namun, kekuatannya relatif lebih kecil dari gempa utama.

"Kekuatannya bervariasi tetapi lebih rendah jika dibandingkan dengan gempa yang terjadi pertama kalinya. Hingga sekarang, jumlah gempa yang pusatnya di Pidie Jaya tidak berubah, masih tetap 112 kali," katanya.

Ia menambahkan, gempa yang terjadi dini hari tadi bukan gempa susulan Pidie Jaya, karena episenternya terletak di Samudra Hindia dan tidak terletak di zona klaster gempa susulan.

"Hasil analisis pendahuluan yang dikeluarkan BMKG pada 5 menit pertama menunjukkan berkekuatan 5,2 SR. Setelah dilakukan pemutakhiran berdasarkan data analisis final, diperoleh parameter dengan kekuatan 5,0 SR," sebutnya.

Menurutnya, episenter terletak pada koordinat 5,34 LU dan 94,48 BT, tepatnya di laut pada jarak 97 km arah barat Kota Banda Aceh dengna kedalaman 50 km. Bahkan, peta tingkat guncangan menunjukkan dampak gempa bumi berupa guncangan dirasakan di Banda Aceh, Sabang, Lhoknga, Lambaro, Blangme, dan Ujungkrueng pada skala intensitas II SIG-BMKG atau III MMI.

"Pagi tadi, terjadi gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Banda Aceh dan sekitarnya. Warga panik karena guncangan dirasakan cukup keras. Namun demikian hingga saat ini belum ada laporan kerusakan sebagai akibat dampak gempa dini hari tadi," terangnya.

Ia menjelaskan, gempa bumi tersebut merupakan jenis gempa dangkal, terjadi akibat aktivitas penunjaman lempeng. Dalam hal ini lajur subduksi Lempeng Indo-Australia yang menghunjam ke bawah Lempeng Eurasia di Samudra Hindia sebelah barat Aceh dengan laju sekitar 50 mm/tahun dan mengalami patahan pada kedalaman 50 km, hingga memicu gempa bumi.

BMKG juga mengimbau masyarakat Aceh agar tidak resah dengan adanya gempa bumi susulan, karena sifatnya menuju keseimbangan, setelah gempa kuat berkekuatan 6,5 SR pada 7 Desember 2016 subuh.

"Kepada warga masyarakat pesisir barat Aceh, diimbau agar tetap tenang dan tidak terpancing isu karena gempa bumi yang terjadi ini tidak berpotensi tsunami. Bahkan, jika ada isu yang dapat meresahkan bisa langsung mengonfirmasi ke BMKG terdekat," pungkasnya. (OL-4)

Komentar