Nusantara

Tim Gabungan Verifikasi Data Gempa Aceh

Ahad, 18 December 2016 18:23 WIB Penulis: Amiruddin Abdullah Reubee

MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE

TIM gabungan terdiri atas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI/Polri, Universitas Syiahkuala (Unsyiah) Banda Aceh, dan sekolah lainnya, sedang melakukan verifikasi data kerusakan bangunan akibat gempa Aceh. Untuk memperoleh data akurat, mereka akan bekerja selama dua pekan.

Mereka sudah bekerja sejak tiga hari lalu (Jumat, 17/12). Supaya lebih mudah dan efektif, jumlah anggota tim mencapai 300 orang dari berbagai unsur.

Wakil Bupati Pidie, Said Mulyadi, Minggu (18/12), mengatakan, dengan turunnya tim verifikasi ke lapangan, diharapkan semua data dan jumlah kerusakan lebih jelas dan akurat. Temuan tim di seluruh lokasi gempa 6,5 SR yang terjadi pada 7 Desember 2016 juga dapat dipertanggungjawabkan.

Berdasarkan data sementara, jumlah rumah rusak berat dan rusak ringan akibat gempa dua pekan lalu mencapai 12.000 lebih, sedangkan jumlah masjid atau tempat ibadah sebanyak 67. Selain itu, banyak kerusakan lain seperti sekolah, balai desa, toko, irigasi pengairan, dan sebagainya.

Namun, data tersebut belum valid. Hasil temuan tim verifikasi gabungan nantinya bisa saja berubah. Karena itu, tim bekerja sangat selektif dan terbuka.

Jika data sudah sempurna, pemerintah langsung membangun hunian sementara (huntara) dan pembagian jatah hidup (jadup).

Sementara itu, Ketua MPR Zulkifli Hasan memuji gerak cepat penanganan korban gempa di tiga kabupaten, yakni Pidie Jaya, Pidie, dan Bireuen. Ia pun mengapresiasi TNI/Polri, BNPB, serta lembaga lainnya yang ikut terlibat penanganan pascagempa.

Hal itu dikatakan Zulkifli saat berkunjung ke lokasi gempa di Pidie Jaya, Minggu (18/12). Dia mengatakan, Presiden Joko Widodo telah memberikan contoh luar biasa dalam menangani musibah gempa di Aceh dengan dua kali berkunjung ke lokasi gempa. (OL-4)

Komentar