Kuliner

Hitamnya Risotto, Merahnya Gaun

Ahad, 18 December 2016 08:30 WIB Penulis: Iis Zatnika

Squid Ink Risotto dan Ox Tongue Arrabiata

HARMONI itu dirayakan pada La Storia del Banchetto, peragaan busana (X)S.M.L sekaligus peluncuran lima menu baru Pancious di Grand Indonesia, Senin (26/10). Di sisi panggung tampak gaun-gaun dan aneka menu yang sama-sama berani, romantis nan seksi. Ya, karena fesyen dan kuliner menjadi salah satu penanda identitas. Pernyataan dan pertanyaan, pakai baju apa dan makan di mana, ialah update yang paling banyak di-share kaum urban.

Ox Tongue Arrabbiata, Squid Ink Risotto, Watermelon Fresco, Lychee Charcoal Lemonade, dan Ricotta and Raspberry Pancake, sajian teranyar Pancious, tersedia dalam tapas di atas sendok-sendok porselen serta gelas-gelas yang ditata apik.

Sementara itu, di runway, model-model silih berganti memamerkan tiga gaun koleksi Fall/Winter 2016 merek fesyen lokal dengan detail ruffle dalam balutan kain merah dan hitam.

“Kami brand fesyen lokal dengan ciri khas desain yang edgy. Selama 17 tahun, baru kali ini bekerja sama dengan restoran. Seru sekali bagaimana memadukan desain baju dengan rasa dan tampilan makanan serta minuman. Ini bentuk kreasi yang menantang dan asyik memacu kreativitas,” ujar Jun Mardian Sugandhi, CEO (X)S.M.L.

Kesamaan target konsumen dan kaum urban yang gemar mengeksplorasi dan mengapresiasi kreativitas membuat kolaborasi desain baju dan cita rasa sukses.

Lidah hingga arang
Ox Tongue Arrabbiata, berwujud pasta dengan saus arrabiata dan potongan lidah sapi nan lembut, dipadukan dengan terung ungu dan basil. Ada sensasi pedas dan segarnya tomat dengan tekstur lidah sapi. Itu menegaskan kembali identitas Pancious sebagai restoran dengan identitas Italia. Patut dijajal para pencinta pasta yang mendamba improvisasi.

Masih hidangan utama, Squid Ink Risotto jelas akan mencuri perhatian. Bayangkan nasi yang diolah menjadi risotto berwarna hitam kelam dari tinta cumi-cumi. Rasanya tentu istimewa, gurih dengan aroma laut yang tersisa tetapi bebas amis. Kawannya, udang, ikan gindara, dan tomat.

Buat meringankan lidah dan memuaskan rasa dan mata, teguk saja Watermelon Fresco yang terbuat dari buah semangka yang dipadukan daun basil. Berpindah dari hitamnya risotto, merahnya semangka akan membangkitkan mood. Sensasi rasa semangka terasa dominan, tetapi kehadiran daun basil membuatnya lebih eksotis ala Mediterania.

Bermain dengan warna, mari kembali ke kelamnya hitam! Ada Lychee Charcoal Lemonade. Tampilan yang legam kini tengah hit, menjadi primadona di berbagai tempat makan favorit kaum urban. Pa­duan sari leci dan lemon ini tidak hanya mengejutkan dari penampilan, tapi juga saat meluncur di tenggorokan.

Arang aktif dicampur lemon, jus, dan buah leci. Alhasil ada cita rasa asam, segar, dan harus leci. Busa dari putih telur yang juga berwarna hitam kian menggoda. Seruput saja dan jangan lupa berfoto agar sensasi serunya diabadikan dalam media sosial Anda.

Lanjutkan makan-makan cantik dengan memesan Ricotta and Raspberry Pancake. Sajian pancake memang menjadi andalan resto ini. Kali ini pancake cokelat dipercantik dengan topping keju ricotta, selai raspberry, dan es krim di atasnya.

“Semua menu kreasi baru ini, yang harganya untuk makanan mulai Rp47 ribu dan minuman Rp36 ribu, sebelum pajak dan servis, bisa dinikmati di outlet Pancious di Jakarta dan di luar outlet Jakarta,” kata Fransisca Tjong, Marketing Director Pancious Group yang menaungi 14 restoran Pancious di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Makassar. (M-4)

Komentar