Tifa

Kesaksian Hendrikus atas Tokoh Dunia

Ahad, 18 December 2016 04:30 WIB Penulis:

MI/ABDILLAH M MARZUQI

MASUK ruang pamer itu terasa berbeda. Pertama kali pesan muncul bukan tentang estetika karya, melainkan ialah meraba dan menebak siapa yang berada dalam bingkai itu.

Bukan lagi soal kesan indah, melainkan ide dan gagasan yang bermacam bisa muncul dalam ruang itu. Betapa tidak? Pertama kali mata memandang ada sosok berpeci hitam di pojok ruang. Mata yang agak terkatup tampak jelas dari balik kacamata. Gigi bersusun rapi masih bisa dilihat dengan jelas. Tidak salah lagi, itu lukisan Gus Dur.

Itulah salah satu lukisan dalam pameran tunggal Hendrikus David yang bertajuk Kesaksian. Tak kurang dari 10 lukisan media kanvas ditampilkan dalam pameran yang berlangsung 1-9 Desember 2016 di Balai Budaya Jakarta.

Tak hanya itu, masih ada kartun editorial, sketsa, kartun. Masing-masing diletakkan dalam bingkai terpisah serta instalasi kayu, tempat sampah dan lukisan talenan kayu.

Tajuk kesaksian dalam pameran itu bisa dipahami dari 10 lukisan. Setiap lukisan menampilkan sosok dengan ketokohan dan latar belakang masing-masing. Sebut saja Gus Dur, John Lennon, Fidel Castro, Pramoedya Ananta Toer, Yasser Arafat, Van Gogh, Hitler, Benyamin, Mahatma Gandhi, dan Mick Jagger.

Bila tidak tentang tokoh, bisa pula kesaksian tentang konsep ataupun ide. Setidaknya itu yang muncul ketika menikmati instalasi kayu bergambar lima pemuka agama di Indonesia. Kelimanya bersanding rukun dan tersenyum. Tidak gaduh, tanpa curiga. Alangkah indahnya hidup beragama seperti itu.

Kesembilan tokoh tersebut sudah pasti punya rekam jejak dalam pikiran. Lewat karya-karya itu, Hendrikus seolah mengajak penikmat visual untuk masuk ke kesaksiannya tentang tokoh-tokoh itu. Layaknya membagi informasi dalam bentuk gambar, mendengarkan orang lain, membaca berita, mendengarkan radio serta melihat televisi.

"Kejadian sebagai dasar untuk mewujudkan gambar dalam bentuk baru, dalam pengolahan kreatif, merupakan suatu proses mendalam. Itulah yang dilakukan Hendrikus David," begitu menurut Frigidanto Agung dalam kuratorialnya.

Sembilan tokoh itu bukan nama tanpa kejadian. Nama itu besar dengan kejadian yang menyertainya dalam berbagai bentuk. Entah itu tentang Gus Dur yang multikulturalis, humanis, dan humoris. Tentang Hitler dengan sejarah kelam Eropa dengan Nazi. Tentang Mahatma Gandhi dengan perjuangannya untuk rakyat India serta konsep pemikiran Ahimsa, Swadesi, Satyagraha, dan Hartal.

"Layaknya orang membuat kesaksian atas suatu kejadian yang sedang berlangsung, sesuatu yang didapatkan, dijadikan input untuk diubah menjadi bahasa visual. Hingga karakter gambar terlihat kuat serta mempunyai keseluruhan jiwa dari karyanya. Demikianlah pameran Kesaksian, karya Hendrikus David kali ini," papar Frigidanto. Zuq/M-3

Komentar