DESAIN

Natural Minimalis untuk 2017

Ahad, 18 December 2016 04:00 WIB Penulis: Fario Untung Tanu

DOK FABELIO

SEBUAH sofa tiga dudukan dan sebuah sofa single menjadi perabot utama di ruang keluarga itu. Perabot pelengkap lainnya adalah meja kopi, bufet dan lemari pajangan. Seluruhnya tampil minimalis.

Itulah konsep ruang keluarga bergaya Skandinavia yang diusung merek lokal penyedia furnitur, Fabelio. Gaya yang minimalis menjadi kekuatan mereka karena menyesuaikan dengan maraknya hunian vertikal dan berukuran kecil. "Oleh karena itu, penataan dan pemilihan furnitur memang harus supaya bisa menghasilkan ruangan yang maksimal. Tak hanya itu, pemilihan warna yang natural juga menciptakan suasana ruangan yang lebih lapang," tutur Head of Product Fabelio, Krisna Pradipta di Jakarta, Kamis (1/12).

Krisna menjelaskan tren desain interior rumah, khususnya furnitur, akan kembali pada masa mid century-modern tepatnya di antara 1950-1970, yaitu penggunaan aksen dan warna yang lebih natural. Tak hanya itu, bentuk furnitur itu sendiri juga akan lebih spesifik dari biasanya. "Untuk bentuknya, tentu akan lebih ramping karena menyesuaikan dengan ruangan yang tidak besar. Sementara itu, kaki-kaki seperti meja dan kursi akan condong ke arah luar serta menggunakan material berbahan kayu dan besi," tambah Krisna.

Konsep tersebut diyakini akan menjadi tren kalangan menengah ke atas masyarakat Indonesia. Hal ini diperkuat dengan banyaknya muncul kafe, rumah makan, hunian apartemen, serta rumah yang memiliki suasana tematik dengan desain interior minimalis.
"Mungkin dalam sampai 2020, konsep ini akan semakin banyak diterapkan di banyak tempat, tak hanya rumah."

Pemilihan Warna

Desainer Interior Fabelio, Audy Dania, menjelaskan pemilihan warna juga sangat penting untuk menerapkan konsep mid century dan Skandinavia. Jika penggunaan warna yang tak sesuai, kedua konsep tersebut tidak akan padu.

Menurut Audy, warna-warna yang dapat digunakan warna natural, warna industrialis, dan halus. Dengan pemilihan warna tersebut, penghuni dapat juga memanjakan mata selain tentunya warna-warna tersebut dapat dipakai dalam jangka waktu yang lama.

"Penghuni mungkin akan lebih condong memilih desain warna yang halus dan netral seperti abu-abu, cokelat dan putih. Karena warna tersebut memang lebih natural dan tidak cepat membuat bosan," ujar Audy. Selain pemilihan warna, Audy memperkirakan jika masyarakat akan lebih memilih material furnitur yang bisa dipadukan dengan warna tersebut. Seperti salah satunya penggunaan bahan kayu yang bisa dipadukan dengan warna abu-abu ataupun biru langit.

"Konsep Skandinavia itu memang lebih banyak menggunakan material furnitur dari kayu solid yang bisa tahan lama. Serta dipadukan dengan warna biru langit yang menciptakan suasana bersih, nyaman dan tentunya minimalis," sambung Audy.

Hunian rumah yang kini semakin mengecil juga membuat penghuni harus bisa memanfaatkan secara maksimal lahan yang ada serta penataan furnitur di dalamnya. Menurut Audy, penghuni harus bisa mengedepankan fungsi dan efisiensi ukuran furnitur dalam ruangan.
"Oleh karenanya, sekarang dalam rumah yang berukuran kecil itu harus bisa efisien dan memiliki value dari sisi desain itu sendiri. Tentunya semua perabotan harus sesuai dengan kegunaan, bahkan harus lebih," pungkasnya. (M-3)

Komentar