Gaya Urban

Pilates Suhu Tinggi

Ahad, 18 December 2016 03:00 WIB Penulis: Fario Untung Tanu

MI/ADAM DWI

PETANG itu di sebuah ruangan di Yoga 42, Jakarta, 10 perempuan sudah bersiap mengikuti sesi olah tubuh. Matras telah tergelar dan kemudian mereka mulai meregangkan otot dan mengatur pernapasan arahan instruktur.

Dari gerakan-gerakan yang dilakukan, tidak berbeda dengan olahraga pilates yang belakangan memang digemari kaum hawa. Perbedaan yang terasa ialah keringat yang lebih banyak mengucur akibat ruangan sengaja dibuat panas dan lembap.

Dua buah pemanas (heater) terlihat menggantung di atas ruangan. Suhu ruangan diatur di angka 35 derajat celsius dan kelembapan 40%. Pemanas memang menjadi elemen penting dalam latihan Inferno Hot Pilates (IHP) ini.

Instruktur IHP, Marsella Margareth, menjelaskan bahwa IHP menggabungkan pilates dengan prinsip olahraga berintensitas tinggi dan disertai interval. "Namun tetap low impact. Jadi meski banyak gerakan yang dilakukan, semuanya sangat aman untuk tubuh," tutur Marsella kepada Media Indonesia dalam sesi yang berlangsung di Arcadia, Plaza Senayan, Rabu (14/12).

Sementara soal suhu yang sengaja dibuat panas bertujuan untuk memaksimalkan pembakaran kalori. Selain itu, suhu panas berfungsi agar membuat keringat terus keluar meski saat interval. Pada sesi latihan di ruangan berpendingan, umumnya keringat akan berhenti bahkan suhu badan menjadi dingin saat interval.

Beberapa gerakan yang dilatih dalam IHP di antaranya ialah pilates crunch, normal bicycles, side plank hold, forearm plank hold, dan lainnya.

"Dalam satu sesi latihan itu kesemuanya berjumlah 10 gerakan dengan masing-masing gerakan dilakukan sebanyak delapan set. Terus, setiap set dilakukan selama 20 detik yang diselingi 10 detik istirahat. Jadi tentu sangat melelahkan," jelas Marsella.
Jika mengikuti latihan IHP secara rutin, Marsella mengakui akan banyak manfaat yang didapat tubuh. Pasalnya, IHP termasuk latihan seluruh tubuh (full body workout) yang didesain untuk menguatkan otot, meningkatkan fleksibilitas, dan tentunya menyehatkan tubuh. "Karena latihan itu terus menggerakkan semua tubuh secara maksimal dengan cepat dan tentu di dalam suhu ruangan panas yang lebih cepat membakar kalori dalam tubuh," tambahnya.

Atur napas

Agnes Naomi, salah satu peserta IHP mengaku terkejut dengan porsi latihan dan tingkat kelelahan yang didapat selama satu jam mengikuti kelas tersebut. Dirinya yang baru pertama kali mengikuti kelas IHP mengaku senang karena selama durasi latihan satu jam, manfaat yang didapat tubuh begitu terasa.

"Rasanya luar biasa, toxic dalam tubuh saya serasa keluar semua. Badan juga terasa lebih bugar dan enteng setelah beres latihan selama satu jam ini," tutur Agnes. Dengan durasi latihan satu jam dan istirahat yang hanya beberapa menit, Agnes mengakui latihan IHP cukup berat. Ditambah dengan kondisi ruangan yang cukup panas dan lembap, badan terasa cepat semakin lelah karena sulitnya mengatur pernapasan. Oleh sebab itu, Agnes mengakui jika mengatur pola pernapasan sangatlah penting dalam IHP. Menghirup udara dari hidung dan mengeluarkannya dari mulut merupakan hal utama yang harus dilakukan setiap peserta agar dapat menerima hasil latihan yang maksimal.

"Inti mengatur napasnya memang seperti yoga, inhale, dan exhale. Namun, karena suhu ruangan yang panas dan lembap jadi terkadang memang ada tantangannya tersendiri," sambungnya.

Fokus dan konsentrasi

Manfaat lain yang dirasakan para peserta IHP ialah pada fokus dan konsentrasi pada diri. Pasalnya, Agnes merasa selama latihan IHP, fokus dan konsentrasi untuk mengatur tubuh agar bisa mengikuti arahan instruktur merupakan hal utama.

"Saya merasa lebih bisa fokus saja. Karena kalau sudah lelah, otak harus memaksa agar tubuh tetap kuat dan menyelesaikan semua latihan," kata Agnes.

Tisya juga merasakan hal serupa. Setelah beberapa kali mengikuti kelas IHP, dirinya merasa bisa lebih mengatur diri untuk lebih fokus dan konsentrasi dalam merubah pola hidup, khususnya menghilangkan kebiasan merokok. Meski menguras tenaga dan membakar kalori dalam jumlah yang cukup besar, berlatih secara rutin IHP ternyata sangat minim akan tingkat cedera pada tubuh sebab selama berlatih IHP, dipastikan selalu ada bagian tubuh yang tetap menempel di lantai.

Di sisi lain, Marsella juga selalu menanamkan hal-hal positif untuk kehidupan sehari-hari selama latihan lewat instruksi kata-kata. Salah satunya ialah mengucapkan kata envision your goal selama latihan yang dimaksudkan supaya peserta menetapkan tujuan latihan.

"Tujuan itu harus diutamakan dan di dalam kelas, semua harus berusaha untuk mencapai tujuan tersebut," tuturnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, Marsella juga terus mendukung peserta latihan untuk terus-menerus bergerak dan beristirahat pada waktu yang sudah ditentukan, tetapi tetap pada porsi kemampuan masing-masing dengan sikap semangat dan pantang menyerah.

"Begitu juga dalam kehidupan sehari-hari di mana hal ini dapat diterapkan, dan pada akhir kelas selalu ada savasana di mana mereka dapat beristirahat, memejamkan mata, dan relax supaya mereka bisa lebih semangat dalam mencapai gol masing-masing," pungkasnya. (M-3)

Komentar