BIDASAN BAHASA

Arsenal

Ahad, 18 December 2016 00:00 WIB Penulis: Meirisa Isnaeni Tim Bahasa Media Indonesia

Dominic Lipinski/PA via AP

KETIKA mendengar kata arsenal, umumnya sebagian besar orang berpikir itu merupakan nama sebuah klub sepak bola di Inggris. Itu tidak salah memang. Kata arsenal memang familier di khalayak sebagai sebuah klub. Di seluruh dunia, pendukung klub sepak bola papan atas Liga Primer Inggris itu terbilang banyak.

Fan Arsenal sendiri memiliki julukan Gooners. Kata itu berasal dari kata the Gunners yang merupakan julukan klub itu. Para pemain muda mereka yang cemerlang menyandang sebutan the Young Gun. Julukan the Gunners dan logo Arsenal berkaitan dengan asal usul klub yang didirikan pekerja pabrik senjata Royal Arsenal di Borough of Woolwitch pada 1986 itu. Tim London Utara tersebut memang terkenal dalam sejarah karena dibentuk para pekerja gudang peluru. Arsenal dahulu merupakan gudang persenjataan sehingga banyak terdapat gudang peluru peninggalan zaman dahulu. Karena itu, Arsenal juga memiliki gambar meriam di lambang klubnya.

Namun, tahukah Anda bahwa kata arsenal sesungguhnya punya arti lain dan bukan sekadar klub sepak bola? Jika dilihat dari Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keempat, kata arsenal sudah masuk di daftar lema. Kata arsenal berarti bangunan permanen tempat penyimpanan, pembuatan, dan perbaikan senjata, amunisi, dan alat-alat perang lainnya, artileri senjata angkatan laut. Berdasarkan pengertian dalam kamus itu, secara singkat kata arsenal mempunyai makna gudang peluru/gudang amunisi.

Berkaitan dengan hal itu, sebenarnya ada kasus kebahasaan yang menarik, yaitu tentang padanan kata. Padanan kata atau frasa dalam sebuah bahasa memiliki kesejajaran makna dengan kata atau frasa dalam bahasa lain, misalnya maison dalam bahasa Prancis berpadanan dengan kata rumah dalam bahasa Indonesia. Dengan demikian, kata arsenal yang berasal dari kata asing dapat dipadankan dengan gudang peluru atau gudang amunisi dalam bahasa Indonesia.

Namun, meski kata arsenal sudah masuk di Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Keempat, ternyata masyarakat (secara umum) dan media (secara khusus) belum terbiasa memadankan kedua kata itu. Terbukti, kata arsenal dalam arti gudang peluru belum banyak digunakan. Dalam beberapa surat kabar, kata arsenal yang muncul selalu merujuk kepada klub Arsenal, bukan merujuk gudang senjata. Misalnya, Arsenal Menyerah di Tangan Everton (Media Indonesia), Meski dapat undian sulit, Arsenal tidak gentar (Kompas.com), dan Muenchen tidak asing lagi dengan Arsenal (Detik.com).

Sementara itu, untuk kata arsenal yang merujuk pada arti gudang peluru/gudang amunisi, penulis tidak pernah menemukannya dewasa ini. Padahal, peluang kemunculan arsenal yang merujuk pada arti gudang peluru atau gudang amunisi itu ada. Itu, misalnya, dapat dilihat dari kalimat kutipan berikut ini. Suara ledakan terdengar di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok pada Rabu (5/3) siang di gudang amunisi TNI-AL (Kompas.com, 2014).

Untuk memperkenalkan diksi itu kepada masyarakat agar lebih familier, baik media cetak ataupun elektronik bisa menggunakan kata arsenal untuk merujuk kepada gudang amunisi/gudang peluru.
Kasus lain yang hampir serupa ialah kata tanker. Masyarakat kerap menyebut kapal yang bermuatan minyak dengan sebutan kapal minyak/kapal tangki. Padahal, ada kata lain yang lebih tepat dan hemat yang mampu mewakili konsep itu, yaitu kata tanker. Tanker dalam KBBI Edisi Keempat berarti 'kapal yang dibuat khusus untuk mengangkut barang cair (seperti minyak dsb) tanpa dikemas; kapal tangki'.

Komentar