Pilkada

Lokasi Sidang Layak Dipindah

Sabtu, 17 December 2016 07:41 WIB Penulis: Nicky Aulia Widadio

MI/Adam Dwi

POLDA Metro Jaya kembali mengusulkan pemindahan lokasi persidangan dugaan penistaan agama dengan terdakwa calon Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Hal ini berdasarkan evaluasi pengamanan sidang perdana.

Seusai sidang perdana yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Jalan Gadjah Mada, Jakarta Pusat, Selasa (13/12) lalu, polisi harus mengalihkan arus lalu lintas lantaran ada kerumunan massa yang menggelar orasi di depan gedung PN.

"Itu jalan besar, harus kita alihkan arus lalu lintas, kegiatan ekonomi banyak. Kita menginginkan satu situasi kondisi lokasi sidang yang fokus dan nyaman. Tak terganggu yang lain," ujar Wakapolda Metro Jaya Brigadir Jenderal Suntana.

Menurut Suntana, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak PN Jakarta Utara.

Ketua PN Jakut, lanjutnya, juga sepakat persidangan harus dilaksanakan di lokasi lain.

Polisi mengajukan sejumlah tempat seperti di Cibubur dan Ragunan.

Juru bicara Pengadilan Negeri Jakarta Utara Hasoloan Sianturi mengatakan dirinya belum mendengar ihwal rencana pemindahan.

"Karena penyelenggaranya PN Jakarta Utara, otomatis lokasi sidang juga di PN Jakarta Utara. Namun, kalau ada kajian lain terutama terkait masalah keamanan, tidak menutup kemungkinan lokasi sidang dipindahkan," kata Hasoloan.

Juru bicara Mahkamah Agung (MA) Suhadi mengatakan lokasi sidang boleh dipindah bila keadaan daerah tidak memungkinkan atau tidak aman.

Itu sesuai dengan Pasal 85 KUHAP.

Beri bukti

Basuki berharap masyarakat Jakarta puas selama Ibu Kota dipimpin oleh dirinya dan calon wakil gubernur Djarot Saiful Hidayat.

"Kalau puas, kalau tidak ada faktor-faktor lain, harusnya masyarakat milihnya mendekati," terangnya di Rumah Lembang.

Berdasarkan survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dirilis Kamis (15/12), elektabilitas pasangan calon Basuki-Djarot 31,8%, Agus-Sylvi 26,5%, dan Anies-Sandi 23,9%.

Sebanyak 17,8% yang belum menentukan pilihan.

Ia pun mengatakan pasangan Basuki-Djarot memiliki bukti nyata dalam pembangunan di DKI.

"Kesehatan sangat murah sekarang, transport mulai murah, tahun depan kita subsidi Rp3,2 triliun. Pendidikan juga murah," tuturnya.

Di sisi lain, publik mulai meragukan kapabilitas Agus dan tidak sedikit yang menyatakan Agus tidak siap berdebat.

Media sosial Twitter diramaikan dengan tagar #AHYTakutDebatLagi.

Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini mengatakan debat, sekalipun di luar jadwal resmi KPU, merupakan ruang menyampaikan visi-misi serta program kerja.

"Persepsi masyarakat tentang calon yang menghindari ruang beradu program dan visi misi itu tidak bisa dihindari sebab ruang yang sama diberikan ke seluruh paslon lalu hanya satu yang tidak dapat hadir," ujar Titi.

Juru bicara Agus-Sylvi Rico Rustombi tidak terlalu mempermasalahkan hal tersebut.

"Ketidakhadiran Mas Agus di debat yang diselenggarakan TV swasta kami yakini tidak akan berefek kepada penurunan elektabilitas karena yang memilih gubernur ialah rakyat langsung," tukasnya.

Sementara itu, warga Kayu Putih, Pulogadung, menyambut Sandiaga Uno dengan tarian Ondel-Ondel.

"Terima kasih Bapak-Bapak, Ibu-Ibu sudah berkumpul. Jangan lupa pilih nomor tiga tanggal 15 Februari," kata Sandi.

(Nur/Nyu/P-5)

Komentar