Advertorial

Taman Vertikal DKP, Nuansa Hijau di Gedung Pemerintahan

Kamis, 15 December 2016 17:30 WIB Penulis: SM

Ist

DEMI merealisasikan Kota Tangerang yang layak huni, Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) memprogramkan konsep daerah yang berwawasan lingkungan, asri, serasi dan lestari.

Untuk mendukung hal itu, Walikota Tangerang Arief R Wismansyah pun meminta kepada DKP agar tidak hanya menghijaukan Kota Tangerang dengan taman-taman, tapi juga gedung-gedung pemerintahan.

"Untuk mewujudkan semua itu, DKP ditunjuk oleh Pak Walikota sebagai percontohan untuk menjadikan gedung kantornya hijau," kata Sekretaris DKP Fathulhadi di Tangerang, pekan lalu.

Guna menyiasati penghijauan gedung DKP tersebut, kata dia, pihaknya menggunakan sistem a Green Rhapsody in Government Office Green Wall atau Living Wall atau Vertical Garden atau Vertical Landscape. Singkatnya biasa disebut dengan konsep Taman Vertikal.

Taman itu, kata dia, dilekatkan pada dinding atau eksterior, sehingga terlihat hijau. Sedangkan cara penerapannya dilakukan dengan model Geofelt, yaitu menggunakan kain berbahan khusus untuk tanaman. Tipe itu diadaptasi dari Patrick Blanc di Quai Branly, Paris, Prancis, yang telah memanfaatkan sitem itu sejak 2004 lalu.

"Tipe Green Wall ini terdiri dari beberapa jaringan sistem yaitu rangka pendukung (supporting system), sistem irigasi, sistem modul dan tanaman, serta sistem drainase dan pencahayaan," kata Fathulhadi.

Rangka pendukungnya, lanjut dia, menggunakan rangkaian besi siku, besi hollow, frame stainless steel serta panel tahan air. Sehingga dapat menopang langsung ke dinding, tampa menempel. "Sistem ini tentu tidak akan merusak struktur dinding bangunan karena dengan adanya panel tahan air, air tidak merembes ke dinding sehingga dinding bangunan tidak akan jadi lembab," kata dia.

Sementara sistem irigasinya berfungsi sebagai penyiram tanaman otomatis sehingga tidak memerlukan penyiraman secara manual. Penyiram juga dilengkapi timer, sehingga frekuensi tekanan air dalam penyiraman taman berjalan dengan teratur di waktu-waktu tertentu, sesuai kebutuhan tanaman.

Adapun sistem modul yang digunakan ialah sistem Geofelt. Kata Fathulhadi, modul tersebut menggunakan bahan khusus untuk tanaman yang tidak mudah sobek dengan cara ditempel ke rangka utama dan diberi lubang sesuai ukuran tanaman.

"Bahan ini selain mudah menyerap air dan pupuk juga bisa menahan dan menyimpan tanaman dalam waktu yang relatif lama, tanpa menimbulkan bahaya terhadap lingkungan," bebernya.

Tanaman yang digunakannya, kata dia, adalah tanaman semak (shrubs). Yang lebih banyak digunakan ialah tanaman tidak berkambium/berkayu karena ukuran maksimalnya tidak akan terlalu besar dan biasanya memiliki sifat beranak yang dapat memenuhi seluruh area greenwall menjadi tertutup sempurna. Contoh tanaman yang digunakan di DKP adalah Pakis Kelabang (Nephrolepis exaltata), Philodendron sp, Walisongo (Schefflera sp), Dracaena sp, dan Ixora sp.

Untuk sistem drainasenya berupa talang berbahan PVC yang dilapis dengan water resistant, sehingga tidak bocor. Talang tersebut terletak di bagian bawah green wall, sekaligus berfungsi sebagai tempat penampungan air penyiraman tanaman.

"Selain itu talang atau gutter itu juga tersambung ke saluran utama pembuangan Gedung DKP sehingga tidak menimbulkan genangan air saat penyiraman," pungkas Fathulhadi.

Terakhir, sistem pencahayaan (lighting system) menggunakan elemen pendukung sebagai estetika di malam hari untuk menimbulkan tekstur tanaman Green Wall. Dengan menggunakan lampu LED dengan watt sedang, pencahayaan tidak menimbulkan panas sehingga tidak merusak tanaman. (Adv)

Komentar