Gaya Urban

Untuk Sensasi Tinggi Menyeberang Pulau

Ahad, 11 December 2016 08:34 WIB Penulis: Fario Untung Tanu

Puteri Indonesia 2015, Anindya Putri memacu watercraft-nya menuju Pulau Tengah, Kepulauan Seribu . -- MI/Ramdani

AWAN gelap yang menyelimuti kawasan Pantai Mutiara, Jakarta, pagi itu sama sekali tak menghalangi kami untuk memulai perjalanan. Embusan angin yang cukup kencang justru tampak semakin memacu adrenalin untuk segera menuju membelah dengan mengunakan watercraft, atau bisa disebut motor air.

Setidaknya begitulah yang terlihat di wajah para anggota komunitas Sea-doo Indonesia pada selasa (5/12) pagi. Media Indonesia yang berkesempatan ikut berkegiatan pun tertular energi adrenalin meski sebenarnya ini akan menjadi pengalaman pertama memacu watercraft jarak jauh.

Tujuan kami ialah Pulau Tengah di gugusan Kepulauan Seribu. Jarak tempuhnya diperkirakan mencapai 40 kilometer dan dapat ditempuh satu setengah jam.

Meski adrenalin telah terpompa, arahan singkat berkendara tetap tidak dilupakan. “Karena perjalanan cukup jauh, setiap orang harus mengetahui beberap kode atau simbol selama perjalanan. Karena kalau sudah di laut, suara atau teriakan tidak akan terdengar,” tutur Enderi Andreanto, instruktur komunitas tersebut.

Seluruh kode komunikasi yang diajarkan Enderi menggunakan gerakan-gerakan tangan. Beberapa kode penting ialah melingkarkan setengah tangan ke arah atas kepala yang berarti keadaan oke. Melambaikan tangan ialah penanda untuk terjadinya gangguan atau membutuhkan pertolongan, sedangkan jika pemimpin kelompok mengangkat satu tangan berarti para rider harus berada di satu garis lurus.
Setelah memahami arahan, saatnya kami mengenakan perlengkapan keamanan yang terdiri dari baju pelampung, kacamata, dan sepatu.

Jarum jam pun menunjukkan pukul 08.40 WIB saat kami akhirnya masuk ke air. Tidak seluruh anggota komunitas mengendarai watercraft yang juga bermerek Sea-doo, beberapa orang menaiki satu unit kapal yang berada di urutan paling depan sebagai penentu dan pembuka arah jalan.

“Memang untuk perjalanan yang cukup jauh ini, biasanya akan ada kapal untuk membuka jalan serta dua rider yang bertugas menjdi sweeper di barisan paling belakang rombongan. Dua sweeper ini bertugas menjadi penjaga kalau ada terjadi masalah,” jelas Enderi.

Mengikuti riding semacam ini jelas membuka mata akan berbagai tantangan bermain watercraft di laut lepas. Tidak hanya tantangan dalam membelah ombak, tetapi juga tantangan dari kelelahan fisik.

Tak mengenal genre
Di antara para anggota komunitas Sea-doo yang beraksi hari itu, ada satu sosok feminin yang lincah bermanuver. Wajahnya ternyata sudah tidak asing di publik bahkan yang menjadi wakil Indonesia di ajang Miss Universe 2015.

Ya, dialah Puteri Indonesia 2015 Anindya Kusuma Putri. Anin, sapaan akrabnya, tidak ragu terus memacu kecepatan sepanjang perjalanan. Ia juga terlihat begitu bernyali meliuk dan melompati ombak. Saat kapalnya mengalami kendala karena masuknya sampah, perempuan berambut panjang itu segera terjun ke laut untuk membersihkan mesin.

“Olahraga ini sangatlah menantang. Adrenalinnya sangat berbeda karena kita sendiri yang mengendarai dan itu di tengah laut. Beda kalau kita me­ngendarai motor atau apa pun, karena itu di darat dan kalau terjadi apa-apa bisa cepat ditangani,” jelas perempuan yang juga mahir bermain bas itu saat kami tiba di tujuan.

Anin kemudian bercerita sebenarnya baru bergabung dengan komunitas tersebut pada September tahun ini. Sejauh ini ia telah mengikuti empat riding ke berbagai pulau di Kepulauan Seribu.

Tidak hanya memuaskan hobinya berolahraga air, perempuan 24 tahun itu merasa olahraga watercraft antarpulau sekaligus memberi kesempatan menikmati keindahan laut.

Sisi pariwisata itu pula yang diakui Hendry Johanes yang membuat komunitas Sea-doo terus mengeksplor jalur-jalur riding yang berbeda.

“Naik jet ski itu sudah paling enak, gampang, dan mudah untuk mengeskplor keindahan Indonesia. Karena selama pulau itu ada pasir, kita bisa datangi dan menikmati pesonanya,” tutur Hendry yang juga merupakan Managing Director Sea-doo Indonesia, yakni perusahaan afiliasi dari Sea-doo internasional yang memang memproduksi beragam jenis watercraft.

Dalam waktu kedepan, Hendry bersama dengan anggota Sea-doo lain akan terus mengeksplorasi pulau-pulau di Kepulauan Seribu yang belum dikunjungi.

“Kita akan eksplor dulu semua titik yang ada di Kepulauan Seribu. Barulah setelah itu kita akan mencoba riding di daerah lain yang tentu juga tak akan ada habisnya. Karena kita tahu, keindahan laut dan pulau-pulau di Indonesia itu tak ada habisnya,” pungkasnya. (M-3)

Komentar