Weekend

Saat Castro Kecil

Ahad, 11 December 2016 07:00 WIB Penulis: Bintang Krisanti

AFP/Yamil Lage

Hingga 1950-an, kompleks kediaman keluarga Castro ibarat kota kecil mandiri yang lengkap dengan sekolah, bioskop, hingga arena sabung ayam.

GAMBARAN keluarga makmur di perdesaan terlihat jelas di rumah itu. Berdiri di tanah pertanian seluas sekitar 10.117 hektare, rumah itu berstruktur panggung dengan ukuran yang cukup luas.

Warna kuning kunyit pada dinding serta warna putih pada pintu, jendela dan pagar teras menguarkan kesan eksotis khas Kuba. Ditambah dengan pohon-pohon kelapa di sekitarnya, gambaran rumah itu benar-benar layaknya di buku dongeng perdesaan.

Keluarga pemilik rumah yang terletak di Biran, Provinsi Holguin, sekitar 800 km di timur Havana, itu memang cukup terpandang. Angel Castro, sang kepala keluarga, ialah mantan tentara Spanyol yang memulai 'kerajaan' tebunya di tanah itu pada 1915.

Selain perkebunan, di lahan yang dibeli dari perusahaan Amerika Serikat (AS), United Fruit Company, Angel membangun hotel, sekolah, pasar, penggilingan kayu, bioskop, arena adu ayam, hingga tempat biliar. Tidak mengherankan bila lahan itu pun dijuluki El Batay de Castro atau 'Kota Castro'.

Namun, yang membuat nama keluarga itu terkenal seantero dunia ialah sang putra kedua, Fidel Castro. Pemimpin besar sekaligus Presiden Kuba yang wafat 25 November 2016 itu tinggal di kompleks pertanian tersebut hingga usia 6 tahun.

Meski memiliki sekolah, Angel lebih suka mengirim anaknya bersekolah asrama di di Santiago de Cuba. Saat liburan, barulah Fidel kembali ke rumah orangtuanya. Jika tidak berenang di sungai, ia menghabiskan waktu dengan berlatih menembak, tinju, dan menunggang kuda.

Di hari-hari itu pula, Fidel dan enam saudaranya yang lain kenyang dengan gerutuan ayahnya soal perusahaan-perusahaan AS yang menjadi saingannya, begitu juga dengan sikap merendahkan dari para pemimpin perusahaan itu. Di sisi lain, Angel juga mengeluh soal politik Kuba yang penuh dengan budaya sogok.

Namun, Fidel yang lahir 13 Augustus 1926 lebih tersentuh melihat orang-orang Haiti yang menjadi buruh ayahnya. Tempat tinggal mereka hanya gubuk beratap jerami.

"Dia melihat orang-orang Haiti itu hidup miskin. Siapa yang menyangka kondisi itu sangat berpengaruh pada dia?" kata Pedro Rodriguez, 91, dalam wawancara dengan The Washington Post. Rodriguez sempat menjadi teman sekelas Fidel di kelas 1, sebelum Fidel dikirim ke Santiago.

Di kemudian hari, kepada para penulis biografinya, Fidel memang mengatakan bahwa eksploitasi buruh yang dilakukan ayahnya dan tuan tanah kulit putih lainnya menjadi penumbuh semangat revolusinya.

Menjadi museum

Jiwa antiimperialisme Fidel makin menjadi saat di bangku kuliah. Meski mengambil kuliah hukum, sesuai dengan keinginan ayahnya agar ia menjadi pengacara, Fidel kemudian malah lebih sering menjadi aktivis yang memprotes pemerintahan korup Presiden Ramon Grau ataupun Presiden Fulgencio Batista.

Pada 1947, Catsro masuk Partai Cuban People dan angkat senjata bersama para pemberontak. Sepak terjang sang anak tentu saja terdengar pula di Biran.

Pada era 1950-an, ketika kegiatan pemberontakan Fidel makin keras, ibu Fidel, Lina Ruz, banyak menghabiskan waktunya di kamarnya yang penuh dengan patung religius. Ia berdoa untuk keselamatan Fidel dan Raul.

Pemandu wisata, Maritza Hernandez, mengatakan Angel tidak heran dengan sepak terjang Fidel, tetapi sangat terkejut ketika Raul menjadi pengikut setia sang kakak.

Kompleks pertanian orangtua Fidel memang kemudian dibuat menjadi museum. Kondisi-kondisi bangunan banyak yang masih terjaga seperti aslinya.

Pengunjung pun masih dapat melihat kondisi kamar Lina Cruz yang religius dan penuh dengan pajangan kliping berita menyangkut Fidel. Selain itu, masih terjaga dengan baik pula lemari Angel yang lengkap berisi beberapa pakaiannya.

Makin menarik karena restorasi kompleks kediaman yang dinasionalisasi Fidel sendiri dan kemudian dijadikan bagian dari proyek pembangunan dam, justru bukan dilakukan keluarga maupun para penerus Fidel. Penyelemat yang merestorasi ialah Celia Sanchez, yang sempat dirumorkan sebagai kekasih Fidel. (M-1)

Komentar