Khazanah

Puisi: Jangan Mencari Tuhan Di Hutan

Ahad, 11 December 2016 01:00 WIB Penulis: ASMADJI AS MUCHTAR

MI/Rudi Pata

Jangan mencari Tuhan di hutan
Ketika kabut asap mengusir satwa
Karena di hutan tinggal api berkobaran
Seperti neraka, seperti neraka

Jangan mencari Tuhan di hutan
Ketika musim hujan datang
Karena hanya tinggal kejutan
Pohon-pohon tumbang jadi arang

Jangan mencari Tuhan di hutan
Setelah pohon dimasak jadi kertas
Lalu kertas jadi kitab yang disucikan
Lalu agama disiarkan keras-keras

Jangan mencari Tuhan di hutan
Karena tak ada Tuhan di hutan
Lalu di manakah Tuhan, tanyamu
Aku hanya bisa mengelus dadaku.

Kota Wali, 2016

Agama

Agama itu apakah
Kenapa seperti dijualbelikan
Dengan amarah
Bahkan dengan kekerasan

Agama itu apakah
Tolong dijawab dengan ulah
Tak usah dengan kata-kata
Yang memicu perdebatan saja

Agama itu apakah
Aku bertanya dengan gundah.

Kota Wali, 2016

Musuh

Musuhmu adalah dirimu sendiri
Tak akan bisa kau pecundangi
Dengan perang atau diplomasi

Sepanjang masa
Musuhmu menjelma apa siapa
Di mana-mana

Musuhmu akan selalu mengalahkanmu
Tanpa membuatmu merasa terkalahkan
Bahkan selalu meninabobokan dirimu
Dalam segala macam kesombongan.

Kota Wali, 2016

Kapitalis

Diam-diam negara ini menjadi kapitalis
Tanah air menjadi komoditi bisnis
Akankah rakyat harus membeli
Udara yang dihirup di negeri sendiri

Ketika muncul wabah fl u burung
Semua rakyat kau paksa berkabung
Ketika muncul hama belatung
Petani kau paksa membakar lumbung

Diam-diam negara ini menjadi kapitalis
Tak peduli banyak rakyat menangis
Dan meringis-ringis.

Kota Wali, 2016

Komentar