Pilkada

Adu Konsep Menata Pasar

Sabtu, 10 December 2016 07:11 WIB Penulis: Cahya Mulyana

MI/Rommy Pujianto

PASAR tradisional di Ibu Kota menjadi primadona bagi pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur untuk berkampanye.

Selain ramai, pasar menjadi perhatian karena banyak isu bisa 'dijual' kepada masyarakat.

Hampir semua pasar di Jakarta punya persoalan yang identik, seperti kumuh dan jadi pusat kemacetan.

Dalam menghadapi permasalahan tersebut, pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat bertekad menata pasar menjadi semimal, semimodern dengan fasilitas memadai, dan lengkap dengan tempat tinggal pedagangnya.

"Program kerja Basuki-Djarot perihal pasar akan menjadikan pasar tradisional sebagai pasar semimodern yang lengkap fasilitasnya termasuk sarana kesehatan. Selain tiga lantai untuk pasar, lantai ke atasnya dibangun tempat tinggal semacam rusun," papar Koordinator Daerah Jakarta Timur Tim Pemenangan Basuki-Djarot, James Arifin Sianipar, Kamis (8/12).

Menurutnya, sejauh ini Basuki sudah mulai menata kenyamanan dan kebersihan pasar tradisional seperti Pasar Tanah Abang.

Sayangnya, tradisi memanfaatkan ruang publik oleh pedagang masih kerap terjadi sehingga menghambat kenyamanan di pasar.

"Lihat perbedaan kondisi pasar Tanah Abang dulu dan sekarang sudah mulai membaik. Apalagi, nantinya pasar tradisional lain akan dibangun menjadi pasar semimodern supaya pedagang dan pembeli nyaman," imbuhnya.

Program itu sudah dirintis seperti di Grogol dan akan disempurnakan pada periode 2017-2022.

Tujuannya jelas, yakni memberi kenyamanan guna meningkatkan ekonomi masyarakat.

Memprihatinkan

Juru bicara pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, Rico Rustombi, mengatakan, dari hasil gerilya lapangan selama kurang lebih dua bulan, pihaknya melihat banyak pasar tradisional di Jakarta yang kondisinya memprihatinkan.

Beberapa pasar sangat sepi pengunjung karena sudah tidak layak sebagai tempat berdagang.

Untuk itu, kata Rico, Agus-Sylvi akan menerapkan enam langkah untuk menata pasar tradisional agar menjadi surga belanja bagi warga Ibu Kota, antara lain peremajaan pasar dengan meningkatkan infrastruktur, termasuk penampungan sampah yang memadai.

"Agar kesan pasar tradisional yang becek, kumuh, tidak aman, dan tidak higienis bisa dihilangkan," ujarnya.

Sementara itu, pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno ingin fokus merevitalisasi pasar tradisional agar tidak memberatkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pasar pun bakal dikelola sebagai pusat kewirausahaan karena terkait dengan program pembentukan 200 ribu wirausaha baru.

"Kita ingin menciptakan lapangan kerja dengan pemberdayaan pedagang pasar, khususnya yang tradisional, pedagang kecil, UKM. Itu yang harus diberikan penekanan," tutur Sandiaga saat berkampanye di Jalan Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.

Ia menghargai apa yang sudah dilakukan Pemerintah Provinsi DKI selama ini dalam merevitalisasi pasar tradisional.

Namun, masih ada hal yang perlu diperbaiki, yakni masalah tersingkirnya pedagang kecil.

"Kita kembalikan hak-hak mereka, kita tata, berdayakan, sehingga mereka tidak disingkirkan dan diganti dengan pedagang besar yang baru."

Sandi menambahkan konsep pasar tradisional sebagai pusat UMKM sukses diterapkan dalam revitalisasi pasar tradisional di Istanbul dan London.

(Kim/Nyu/P-3)

Komentar