Pilkada

Lawan Rasywah dengan Pengalaman

Sabtu, 10 December 2016 06:51 WIB Penulis: Jay/Ssr/Kim/P-1

MI/Galih Pradipta

CALON Gubernur DKI Jakarta nomor urut 2 Basuki Tjahaja Purnama dan cagub nomor urut 3 Anies Baswedan mengandalkan pengalaman di birokrasi untuk memberantas praktik korupsi.

Basuki yang sudah tiga kali menerima penghargaan sebagai tokoh antikorupsi nasional menyatakan selalu menerapkan keterbukaan dalam setiap pekerjaan proyek yang dilakukan di lingkungan emda DKI.

Hal itu akan mempersempit peluang terjadinya penyelewengan.

"Kunci untuk melakukan upaya dalam mencegah korupsi ialah dengan keterbukaan, termasuk untuk kampanye. Akar permasalahan di negeri ini ialah korupsi. Untuk menyelesaikan korupsi, yang sangat utama adalah transparansi. Tanpa itu, mustahil (diberantas)," kata Basuki, di Rumah Lembang, kemarin.

Upaya Basuki menegakkan budaya antikorupsi juga diceritakan Gus Sholeh MZ, teman lama sang petahana Gubernur DKI Jakarta.

Menurut Gus Sholeh, ia pernah mendatangi Basuki dengan membawa tiga pengusaha untuk mempermudah proyek yang dilakukan.

Namun, Basuki menolak dan meminta mereka mengikuti prosedur yang berlaku.

"Jadi, kalau Bapak/Ibu yang mendukung Bapak Basuki jangan pernah berharap mendapat embel-embel proyek apa pun, harus lillahi ta'ala," jelas Gus Sholeh.

Cagub Anies Baswedan akan menggunakan pengalamannya saat menjabat menteri pendidikan dan kebudayaan. Anies menyebut cara-cara yang bakal ditempuh.

Pertama, membangun sistem yang transparan serta bisa diakses kapan, di mana, dan oleh siapapun.

Dalam konteks Jakarta, ia akan membuka seluruh rincian APBD kepada masyarakat.

"Jangan anggap membereskan korupsi itu cukup dengan bentak-bentak dan memastikan korupsi-korupsi kecil hilang. Yang harus dibereskan itu sistem. Bangun sistem yang tansparan," jelasnya.

Kemudian, Anies juga akan membuka ruang yang luas kepada publik untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan dan penyusunan sistem yang berintegritas.

Komentar