Pilkada

Subroto-Nur Yahman Komit Berantas Korupsi di Jepara

Sabtu, 10 December 2016 06:41 WIB Penulis: AS/P-1

ANTARA/Yusuf Nugroho

PASANGAN calon kepala daerah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Subroto-Nur Yahman, menandatangani pakta integritas antikorupsi.

Kedua pasangan tersebut juga meminta masyarakat Jepara turut mengawasi jalannya pemerintahan setempat.

Penandatanganan pakta integritas antikorupsi dilaksanakan, di Benteng Fort Jepara, kemarin, bertepatan dengan Hari Antikorupsi.

"Saya mengajak semua pihak yang hadir dalam penandatanganan integritas agar dapat ikut mengawasi jalannya pemerintahan yang bersih tanpa korupsi," kata Subroto.

Subroto menilai komitmen antikorupsi memang seharusnya menjadi pegangan kepala daerah.

Dengan demikian, tidak ada anggaran yang keluar untuk kepentingan pribadi ataupun kelompok tertentu.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Jepara Yuni Daru Winarsih mengapresiasi komitmen antikorupsi yang dicanangkan pasangan calon Bupati/Wakil Bupati Jepara tersebut.

Jumlah kasus korupsi yang dilaporkan ke Kejari Jepara, lanjut Yuni, tidak banyak.

Di luar penanganan kasus, kejari juga fokus pada upaya pencegahan korupsi dengan menggandeng sejumlah instansi di Jepara.

"Tahun lalu hanya ada empat kasus korupsi yang ditandatangani Kejari Jepara, tiga di antaranya sudah putus, satu lainnya masih dalam proses," ungkap Yuni.

Perilaku koruptif juga mendorong pelanggaran-pelanggaran dalam pilkada.

Misalnya, praktik politik uang dan penggunaan fasilitas negara.

Ketua Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu) Muhammad mengakui kedua macam pelanggaran itu paling sering dilaporkan ke Bawaslu.

"Akhir akhir ini banyak pengaduan soal politik uang dan yang kedua masih banyak penggunaan fasilitas negara," kata Muhammad kepada Metrotvnews.com, kemarin.

Muhammad menyatakan belum bisa menyebutkan dengan pasti angka pelanggaran.

Namun, ia mengungkapkan dua pelanggaran itu terjadi merata di Tanah Air. (KPU).

Komentar