MI Muda

Memerangi ISIS, Melindungi Laut

Ahad, 4 December 2016 06:15 WIB Penulis: Muhammad Kurniawan

DOK HSMUN

PARA siswa SMA berpenampilan rapi menggunakan jas dan juga sepatu rapi itu membahas berbagai masalah global layaknya diplomat yang mewakili negara masing-masing.

Mereka berkumpul dalam konferensi PBB di New York, Amerika Serikat. Bukan dalam sidang betulan, melainkan simulasi. Ya, kegiatan ini merupakan simulasi konferensi PBB alias model United Nations yang diselenggarakan SMA Highscope Indonesia.

Kegiatan Highscope Model United Nations ini diselenggarakan tiap tahun, lo! HSMUN ke 8 kali ini diselenggarakan pada 16-17 November 2016 di Sekolah Highscope Indonesia, Jakarta Selatan.

Tema tahun ini Rekindling the art of diplomacy: Advancing global understanding and nations harmonization through inclusive dialogue.

Dalam mengikuti berbagai sidang, serta berlatih bernegosiasi dan berdiplomasi, para siswa SMA mendalami pengetahuan tentang PBB serta permasalahan dunia.

"Memang yang paling enak itu jika mereka mewakili negara-negara populer. Tapi tidak seperti itu karena saat pendaftaran, kita melihat peserta ini dari CV-nya, apakah pernah juga mengikuti model United Nations dan mewakili negara apa. Kita tidak akan memberikan negara yang mudah bagi peserta yang berpengalaman," kata Leody Sarmanella, Ketua Panitia HSMUN.

Peserta yang baru pertama kali mengikuti kegiatan kompetisi simulasi sidang PBB akan bekali materi-materi dan referensi.

Konferensi dua hari Sesi konferensi diadakan dua hari.

Para peserta atau delegasi dibagi dalam beberapa komite, merepresentasikan komite-komite yang bertanggung jawab di bawah naungan PBB, di antaranya United Nations Environment Programme (UNEP) yang membahas tema Protecting the worlds ocean's, sea's, and marine biodiversity.

Ada pula sidang World Health Organization (WHO) tentang Improving coordination of health and services in vulnerable nations. Selain itu, sidang Economic and Financial Affairs Council (ECOFIN) bertopik Debt forgiveness.

Disarmament and International Security Committee (DISEC) berfokus pada minimizing the proliferation of weapons and mass destruction serta United Nations Security Council (UNSC) yang membahas the global war on terror: ISIS.

Mengupas Harry Potter

HSMUN kali ini juga mengalami penambahan council atau badan PBB, untuk mewadahi siswa yang memiliki keterampilan berargumen, tetapi tidak tertarik pada isu sosial politik. Council tersebut Imaginary Council: Wizarding World Council.

Dalam council ini mereka membahas topik ringan, tetapi tetap menarik. Topik yang diangkat dalam council itu ialah the rise of a new wizarding era following Voldemort's fall.

Council itu sangat menarik karena menyajikan suasana berbeda. Mereka berbicara, berargumen, dan berdialog seputar kisah Harry Potter dalam novel ataupun filmnya.

Dalam council itu, topik itu disajikan sangat serius. Sama seperti council-council yang lainnya, setiap peraturan dan regulasi pun dijalankan ketat.

Press Corps

Begitu pula siswa yang memiliki keterampilan jurnalistik, tetapi ingin menyampaikan pendapat mereka tentang isu-isu terkini di Press Corps.

Mereka bertindak sebagai jurnalis yang akan membuat artikel tentang topik yang dibahas oleh council-council.

Beberapa argumentasi menarik hadir dalam council. Contohnya pada UNSC dan UNEP. Pada UNSC, siswa terlibat dalam pembahasan teror ISIS. Fokus yang dibahas menangani ancaman ISIS dengan kolaborasi. Council UNEP, menitikberatkan pada perlindungan area maritim di sejumlah negara, penangkapan ikan ilegal, emisi karbon di lautan serta meningkatkan kesejahteraan para nelayan.

Dalam sidang, setiap peserta atau delegasi menjelaskan posisi negara yang mereka wakili terkait dengan isu yang dibahas.

Mereka juga harus mempertahankan argumentasi, mempertahankan hak-hak dari negara yang mereka wakili, serta mencari dukungan dari negara-negara lain agar mendukung resolusi.

Dalam General Assembly di hari terakhir, setiap delegasi mempresentasikan resolusi yang telah mereka buat, sementara delegasi lainnya memberikan suara apakah mendukung atau menolak.

Para peserta atau delegasi terbaik diberikan penghargaan pada hari terakhir! Selamat, ya!

Muhammad Kurniawan Jurusan Jurnalistik Universitas Sumatra Utara

Komentar