Kuliner

Serasa Kembali ke Rumah

Ahad, 4 December 2016 04:31 WIB Penulis: Thalatie K Yani

MI/Galih Pradipta

Konsumen adalah keluarga. Pengalaman selama 31 tahun mengajari mereka untuk mendengarkan konsumen dalam melakukan perubahan resep.

BERSANTAP bersama dengan keluarga tentunya membawa kenikmatan. Konsep keluarga itu merupakan yang diusung Wee Nam Kee di Grand Indonesia, Jakarta.

Restoran asal Singapura itu merupakan rumah makan ayah dan putranya. Usaha keluarga yang dimulai pada 1987 itu mengunggulkan sajian nasi ayam hainan. Meski menggunakan resep keluarga secara turun-menurun, Wee Toon Ouut founder dari Wee Nam Kee mengaku cita rasanya sempat mengalami perubahan.

"Resep itu seperti living thing. The best food ditentukan pelanggan. Kita ambil saran dari pelanggan dan memperbaikinya," ujar Wee Toon Ouut.

Restoran berlogo ayam itu menganggap para pelanggan mereka sebagai keluarga. "Wee Nam Kee merupakan tempat bercengkerama. Ini rumah dan dapur Anda," celetuk Wee Toon Ouut.

Saat pembukaan cabang kedua di Indonesia itu, Wee Toon Ouut mengaku sempat mengalami kesulitan mencari bahan baku di Jakarta. Ukuran ayam di Indonesia terbilang kecil bila dibandingkan dengan di Singapura.

"Ayam di sini kecil. Bisa saja dari luar, tapi beku. Saya tidak mau karena ayam harus diolah dalam kondisi segar sehingga dicari solusi yang ukuran sedikit lebih besar dan mendekati ukuran yang kami gunakan," papar pria yang mengaku bukan juru masak itu.

Demi mempertahankan cita rasa yang sama persis dengan negara asalnya, semua chef mendapatkan pelatihan selama satu bulan. "Sekitar 95% quality sama dengan Singapura. Yang beda mungkin air, ukuran ayam, dan nasinya saja," ujarnya. Yang sedikit berbeda, lanjut Toon Ouut, pilihan saus pendamping.

Nasi hainan

Sebagaimana cerita Wee Toon Ouut, keunggulan dari restoran yang hanya memiliki 13 cabang di dunia itu ialah nasi hainan. Rasa nasi hainan gurih dan padat. Semua nasi hainan itu didampingi pilihan ayam yang dapat Anda nikmati.

Tiga pilihan olahan ayam itu ialah steam chicken, chicken soya, dan roast chicken. Untuk steam chicken, daging ayam terasa lembut dan lumer di mulut dengan sedikit rasa asin yang lembut dari sausnya. Bila ingin rasa saus soya yang pekat, coba chicken soya sebagai pendamping. Rasanya gurih dari kecap kedelai membalut daging ayam yang lembut.

Pilihan ayam paling disukai konsumen Indonesia. Kulit ayam terasa garing, tapi daging ayamnya lembut. Sausnya pun terasa pas dan lembut dengan sedikit asin dari kecap ikan. Namun, semua menu ayam itu didampingi potongan timun dan daun bawang.

Selain nasi, ada sejumlah pilihan sajian yang bisa dipilih, seperti hor fun. Sajian satu ini mirip dengan kwetiau tapi berukuran lebih besar. Mi dari beras itu terasa lembut dalam saus tiram. Tentunya tidak ketinggalan potongan cumi, udang, telur, dan sawi. Sangat pas untuk disantap saat panas.

Pilihan mi lainnya ialah sambal noodle. Mi yang kenyal dengan potongan cumi dan udang dalam balutan saus sambal. Rasa pedasnya langsung terasa saat memasukkan mi tersebut ke mulut. Namun, sedikit hati-hati saat menyantapnya. Sejumlah potongan cabai yang tersembunyi di dalam mi bisa membuat Anda kepedasan.

Setelah merasakan pedas membara di lidah, coba redam dengan ice barley. Rasa manis dari barley akan mendinginkan mulut Anda. Barley merupakan sejenis sereal yang dapat tumbuh dengan ketinggian 0,7-1,2 meter. Buahnya berbentuk telinga dengan di dalamnya sejumlah butiran gandum musim panas dan dingin. Bila minuman barley dibiarkan dalam bentuk butiran, di restoran yang terletak di Grand Indonesia, Jakarta, itu barley dihaluskan dan tidak terlihat butirannya. Itu hanya minuman yang berwarna putih. (M-1)

Komentar