Travelista

Seni, Spa, dan Laut di Pullman Legian

Ahad, 4 December 2016 00:45 WIB Penulis: Siti Retno Wulandari

MI/IIS ZATNIKA

Semilir angin riuh menyapa kehadiran tim Media Indonesia sejak di pelataran Hotel Pullman Bali Legian Nirwana, Senin(26/9). Gemuruh ombak memaksa langkah kaki kami untuk mempercepat masuk hotel dan segera bersiap menikmati pantai.

Akan tetapi, suasana lobi hotel yang luas dan terbuka dengan udara luar membuat kami justru tak mau beranjak dari jejeran kursi-kursi empuk. Tak seperti pada lobi hotel kebanyakan, sistem ventilasi yang terbuka lebar membuat tamu betah berlama-lama duduk di lobi menghirup bau pantai.

Puluhan bingkai berisi lukisan tertata apik di dinding-dinding pilar lobi yang berbentuk persegi panjang. Keasyikan pertama kali yang kami dapati, bersantai dengan udara segar, tetapi tidak langsung terpapar sinar matahari dengan menikmati puluhan lukisan karya pelukis asal Belanda, Irene Hoff.

Dari bagian pintu masuk hotel kami mendapat sepoi angin pantai, sementara dari bagian tengah kami mendapati kesegaran taman tanpa atap beralas rumput dan pohon kamboja. Tak lama menunggu, kami pun segera mendapatkan kunci kamar dan bergegas menaruh barang bawaan.

Kamar tipe deluxe dengan twin bed di lantai tiga hotel akan menjadi tempat beristirahat kami selama tiga hari dua malam. Niat awal hanya ingin menaruh barang, tetapi justru kelengkapan fasilitas hotel memaksa kami untuk tinggal lebih lama sebelum kembali memulai aktivitas berkeliling hotel.

Balkon yang langsung menghadap ke taman rumput dan garden pool dekat restoran menjadi tempat beristirahat sembari meluruskan kaki. Fasilitas kamar mandi pun sangat lengkap dengan ruang shower yang terpisah dengan bathtub, di salah satu sisi bathtub terpasang kaca dilengkapi dengan tirai yang bisa dibuka dan tutup sesuai dengan kebutuhan. Telepon kamar berdering, ajakan untuk berkeliling hotel dari Personal Assistant to General Manager and Marketing Communication of Pullman Bali Legian Nirwana, Fella Felecia.

Di beberapa sisi dinding yang kami lalui, selalu ditemukan ornamen dari susunan kayu, konsep serupa juga pernah saya temui saat berada di Pullman Central Park Jakarta, tetapi ornamennya terbuat dari susunan besi.

"Konsep seni memang lekat dengan Pullman. Setiap hotel memiliki penerjemahan seni untuk interior desain yang berbeda. Untuk Pullman Bali ini, kami menggunakan unsur kayu sebagai ornamen seni yang dipasang di dinding, pun dengan pergelaran seni seperti bulan ini pameran lukisan. Ekshibisi seni ini dimulai dari akhir 2013," cerita Fella sembari berjalan menyusuri lorong kamar menuju tiga ballroom yang dimiliki hotel.

Senja di infinity pool
Hotel dengan fasilitas 351 kamar itu dilengkapi dua pilihan kolam renang, satu dekat restoran dan taman, satu lagi berada di lantai tiga dengan mengusung konsep tanpa batas atau infinity. Dengan berkedalaman 1,5 meter, kolam renang terbuka yang berada di lantai tiga itu langsung menghadap ke Pantai Legian.

Tamu dapat langsung menikmati semilir angin pantai, deretan pohon kelapa di pinggir pantai, serta gulungan ombak yang berulang kali datang. Tak hanya memberikan fasilitas kolam, dengan lantai kayu di bagian pinggir kolam, mereka menyediakan pula jejeran kursi panjang juga bulat. Pas buat bersantai dan berjemur di pagi hari. Di salah satu sudut, terdapat G-bar yang menyediakan ragam minuman, termasuk kelapa muda.

Sore hari, menjadi waktu tepat untuk sekadar minum dengan iringan musik dari disjoki sembari menanti datangnya semburat oranye jingga. Kolam renang dibuka pukul 08.00-20.00 Wita, tetapi sejak pukul 06.00 arena infinity pool sudah diramaikan pilihan olahraga gratis yang berbeda di tiap hari, seperti yoga dan taichi.

Keesokan pagi, seusai melakukan olahraga, kami segera mencicip kolam renang tanpa keteduhan atap, tetapi segar karena mendapatkan langsung sinar matahari dan panorama pantai.
Kami segera bergegas saat matahari semakin terik, tetapi tidak begitu halnya dengan wisatawan mancanegara yang menjadi tamu di hotel tersebut. Mereka justru semakin asyik berenang, berjemur, hingga sekadar bersantai membaca buku.

Relaksasi menu Asia
Jika sedang berkunjung dan menginap di Hotel Pullman Bali Legian Nirwana, sempatkan waktu untuk merasakan relaksasi dengan menu-menu Asia. Tjakra 7 Spa menggunakan konsep yin-yang dalam eksterior jika dilihat dari atas. Ada sedikit bukaan pada atap agar sinar matahari dapat menyusup menghangatkan kolam di dalam tempat spa.

Fella memastikan siapa pun yang ingin pijat dan relaksasi di fasilitas spa diharapkan membuat janji terlebih dahulu karena permintaan yang begitu banyak. "Untuk relaksasi ala Asia, kami punya shirodhara dari India, dan singing bowl dari Tibet. Ada juga yang favorit seperti hydrotherapy, terapi dengan menggunakan air, dan hawaiian hot stone, spa dengan media batu hangat untuk memperlancar peredaran darah," tukas Fella sembari mengajak masuk dan memilih paket spa yang tersaji.

Saya memilih hydrotherapy untuk menstimulasi peredaran darah dan merenggangkan otot. Gemericik air memulai ketenangan pikiran. Terapis segera mengarahkan menuju sumber bunyi air tersebut yang berfungsi sebagai tempat pencuci kaki sebelum memulai relaksasi.
Kolam renang kecil yang mendapat percikan sinar matahari akan menjadi tempat terakhir ritual relaksasi yang saya pilih. Begitu saya masuk ke kamar pijat, wangi khas minyak bali membuat semakin tenang. Paduan pijitan dan minyak tersebut banyak membuat tamu menjadi santai hingga tertidur pulas.

Seusai dipijit, saya diberi baju renang untuk kemudian masuk kolam yang memiliki beberapa kran penyembur untuk bagian tubuh tertentu. Mulai pinggang, betis, leher, lengan, hingga dada, saya coba satu per satu mengikuti arahan terapis.

Durasi untuk beberapa perawatan hampir sama, sekitar 90 menit dengan paduan pijat dan terapi. Setelah semua tahap sudah diselesaikan, minuman hangat dan cemilan buah kering pun akan segera disajikan. Benar-benar pilihan relaksasi yang menyegarkan. Untuk harga, besarannya variatif, mulai Rp450 ribu. Jika memang memiliki tujuan bisnis sekaligus berlibur, Pullman bisa jadi pilihan tepat karena letaknya yang berada di pusat kota dan hanya berjarak 20 menit dari Bandara Ngurah Rai serta dikelilingi dengan tempat belanja dan wisata kuliner yang beragam. (M-1)

Komentar