DESAIN

Pesona Bidang Miring

Ahad, 4 December 2016 00:15 WIB Penulis: Fario Untung Tanu

MI/ARYA MANGGALA

BAYANGAN serupa teralis jatuh di hamparan rumput di pekarangan depan rumah yang terletak di bilangan Cipete, Jakarta Selatan. Bentuk kotak-kotak pada bayangan itu tidak rata sehingga menciptakan kesan unik sekaligus cantik.

Bayangan itu berasal dari kanopi rumah yang memang terbuat dari susunan bilah-bilah kayu. Susunannya sengaja tidak rapat sehingga sinar matahari leluasa masuk ke celah-celahnya.

Pemandangan unik dari kanopi itu juga terlihat jelas dari luar rumah, bahkan menjadi keunikan tersendiri yang membuat rumah tersebut berbeda dari kebanyakan rumah berdesain kubus modern dan berfasad kaca yang cukup luas.

Kesan unik begitu kuat karena kanopi itu berbentuk segitiga sehingga seolah-olah dari jauh seperti bagian atap yang belum dilapisi genting. Arsitek Kepala Mint Design Studio (Mint-S) Titis Nurabadi yang mendesain rumah tersebut menjelaskan desain kanopi sesuai dengan konsep hunian yang modern, nyaman, dan asri yang diinginkan pemilik rumah.

Kayu merbau yang cukup keras dan stabil dipilih sebagai material kanopi itu. Sementara itu, penyusunan setiap bilah dibuat agak miring dan cukup tidak seragam sehingga menguatkan kesan alami.

Soal bidang-bidang miring itu pun tampak menjadi keunikan lain dalam desain hunian di atas tanah seluas 438 meter persegi itu.
Taman di pekarangan depan, misalnya, sengaja dibuat dengan kemiringan yang cukup tajam. "Sengaja miring supaya jika lihat ke taman bisa terasa full penghijauan," tutur Titis kepada Media Indonesia, Selasa (22/11).

Di sisi lain, bentuk taman itu menciptakan kesan yang lebih luas karena memang luas permukaan tanah pekarangan yang menjadi lebih besar ketimbang hanya datar. Tidak hanya itu, penampakan tembok pagar yang kaku dan dingin pun banyak tertutupi oleh taman tersebut.

Kesan asri di area depan rumah makin lengkap dengan kolam ikan di sudut. Kesan modern juga kuat terpancar dari lantai dan dinding yang serbaputih dan kaca-kaca besar.

Di dinding samping pintu masuk tulisan 'Rumah Cincung' bertengger dengan cantik. Sayang, tim desain tidak mengetahui alasan pemilik rumah, yang hari itu tidak bisa ditemui, memberikan nama unik tersebut.

Outdoor sebagai inti rumah
Saat memasuki rumah, kita akan langsung disambut ruang keluarga yang cukup luas. Pemandangan asri begitu berlimpah di ruang itu karena berseberangan dengan pintu masuk langsung terhampar area outdoor lengkap dengan kolam renang. Pintu kaca geser dengan ukuran besar juga membuat aliran udara melimpah dari area outdoor.

Konsep bukaan penuh dengan pintu kaca juga diterapkan di ruang makan yang berada di ujung kolam renang. Pemandangan area kolam juga dapat dinikmati dari lantai atas yang juga berlimpah dengan dinding kaca.

Titis menjelaskan area outdoor itu memang seakan menjadi pusat rumah. Pemandangan area itu bisa dinikmati dari berbagai ruang dan menyebarkan nuansa alami dan nyaman. Sebab itu pula area itu ditata secantik mungkin dan dinding pemisahnya menggunakan dinding kaca.

Di bagian dinding kolam renang, kesan alami diciptakan dengan ornamen-ornamen dari tanah liat yang dikombinasikan dengan tanaman gantung. Titis menjelaskan banyak ide penataan rumah itu yang berasal dari pemilik yang memang menyukai bidang desain dan interior.

Kembali ke area ruang keluarga, pemisahan dengan ruang dapur dibuat begitu elegan dengan penempatan grand piano berwarna hitam. Nuansa warna putih lagi-lagi mendominasi bagian dalam rumah. Namun, di area ruang makan dan di area kerja dimunculkan kesan segar dari semburat warna biru muda, baik melalui furnitur maupun motif-motif geometris pada dinding.

Pada sudut yang bersebelahan dengan area kerja diabadikan pula kata-kata mutiara pada dinding. Kata-kata itu berseling dengan foto-foto keluarga sehingga menciptakan kesan hangat dan personal pada rumah. (M-3)

Komentar