DESAIN

Integrasi Ruang Dalam Konsep Minimalis

Ahad, 27 November 2016 05:15 WIB Penulis: Fario Untung Tanu

ELEMEN kayu selalu bisa memberikan keunikan betapapun tidak mendominasi. Hal itu pula yang terlihat dari sebuah hunian bergaya kubus yang terletak di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.

Sentuhan hangat dan alami muncul dari sebuah struktur kubus berdinding kayu pada fasad lantai atas rumah tersebut. Unsur kayu mampu menghidupkan kesan dingin dari dominasi penggunaan material beton dan batu pada bagian rumah lainnya. Yohan Tirtawijaya, sang arsitek, menjelaskan desainnya berangkat dari keinginan pemilik rumah akan desain yang minimalis dan modern.

"Saya sengaja menumpuk masa bangunan yang berbentuk kotak pada tampilan muka. Salah satu bagiannya menggunakan kayu," tutur Yohan kepada Media Indonesia, Rabu (16/11). Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa kayu damar dipilih sebagai material untuk muka bangunan itu. Kayu damar memang memiliki serat yang cukup cantik dan kualitas kekuatan yang cukup baik.

Kesan modern pada tampilan luar juga menyiratkan yang tersaji di dalam rumah dengan luas bangunan sekitar 552 meter persegi itu. Semua ruangan dibuat bergaya minimalis modern yang didukung pula dengan furnitur dan interior yang elegan. Penyusunan ruangan dibuat linear tanpa sekat.

"Saya memang ingin rumah yang semua ruangannya itu terintegrasi menjadi satu. Jadi ketika kami sekeluarga duduk di ruang keluarga, semua ruangan rumah bisa terlihat dan terjangkau," tutur pemilik rumah, Nelly. Ruang keluarga itu terasa sangat lapang dengan adanya void. Kesan mewah hadir lewat dinding batu onyx yang berada di belakang TV. Dinding batu ini memanjang dari lantai hingga hampir menyentuh langit-langit.

Bingkai cermin pada sisi-sisi vertikal dan atas dinding membuat kesan semakin glamor. Melengkapi nuansa itu adalah lampu kristal sepanjang sekitar 3 meter. Dari ruang keluarga ini tidak bersekat dengan area dapur bersih yang lengkap dengan island table berbentuk L. Dari ruang keluarga pula, pemandangan kolam renang bisa nikmati. Cahaya berlimpah ke berbagai ruang karena banyaknya dinding kaca.

"Rumah ini juga hemat energi karena selama ada matahari, saya jarang menggunakan lampu. Pendingin rumah pun juga jarang karena ruang terbuka biasanya saya buka sehingga udara bebas mengalir," sambung Nelly.

Maksimalkan fungsi kamar

Pada rumah modern ini, Nelly bersama Yohan memang sengaja menempatkan banyak ruang yang bisa dijadikan sebagai kamar. Satu kamar utama, satu kamar anak, dua kamar tamu, serta satu ruangan yang diperuntukan sebagai home theater menjadikan total ada lima ruangan kamar. Yang menarik ialah bagian kamar utama dan kamar anak.

Di kamar anak, lantai parquet dengan kertas dinding berwarna cokelat tua dan muda menjadi pemandangan utama. Namun, yang lebih menarik lagi, konsep desain di kamar anak ini sengaja dibuat double decker. Konsep itu dibuat dengan memanfaatkan ruang kosong pada ketinggian di kamar anak sebagai ruang menonton dan bermain. Tepat di bagian pinggir kamar ditempatkan tangga yang bisa menuju ke lantai tersebut untuk menuju ruang mezanin itu.

"Awalnya memang pada bagian kamar anak, space ke bagian atas bangunan cukup tinggi, sehingga kami manfaatkan untuk membuat ruangan menonton dan bermain anak," tutur Yohan. Sementara itu, pada kamar utama Nelly sengaja menempatkan ruang kerja berupa meja dan kursi untuk mengisi waktu selama berada di kamar. "Kamar memang tidak hanya difungsikan sebagai tempat tidur, tapi juga bisa dijadikan tempat untuk bekerja sebelum menyudahi aktivitas harian," pungkas Nelly. (M-3)

Komentar